STARNEWSID.COM,GOWA—– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mulai melakukan seleksi calon peserta untuk Program Satu Hafidz Satu Desa atau Kelurahan. Proses seleksi di Masjid Agung Syekh Yusuf itu diikuti oleh 181 orang peserta.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Gowa, Muh Rusdi sekaligus Ketua Tim Program Satu Hafidz Satu Desa dan Satu Hafidz Satu Kelurahan mengatakan peserta yang ikut seleksi merupakan utusan desa dan kelurahan.
“Proses seleksi berlangsung selama tiga hari. Mulai Sabtu hingga Selasa. Kita bagi per kecamatan setiap harinya,” ujar Rusdi, Senin (5/9/2022).
Ia menjelaskan para peserta yang ikut seleksi ini sebelumnya sudah mengikuti seleksi di kecamatan. Di tingkat kecamatan mereka diseleksi oleh para imam lulusan Quantum Akhyar Institute milik Ustadz Adi Hidayat.
Khusus di tingkat kabupaten, tim seleksi melibatkan imam Masjid Agung Syekh Yusuf dan pihak UIN Alauddin Makassar.
“Peserta yang ikut seleksi di kabupaten ini akan dites membaca Al-Qur’an setengah halaman selama satu jam kemudian dihafal,” urainya.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, seleksi ini merupakan bagian dari tahapan penerimaan peserta Program Satu Hafidz Satu Desa, Satu Hafidz Satu Kelurahan.
Program tersebut, merupakan prioritas Pemkab Gowa di bidang keagamaan.
“Program keagamaan terutama Satu Hafidz Satu Desa dan Satu Hafidz Satu Kelurahan adalah salah satu porgram prioritas Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya di periode kedua saya bersama Pak Wakil Bupati Gowa,” ujar Adnan.
Adnan menyebutkan, program keagamaan ini sebagai upaya Pemkab Gowa untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik dan berkualitas dengan berlandaskan iman dan taqwa (Imtaq).
Guna mendukung program ini, saat ini Pemkab Gowa sudah membangun Rumah Tahfidz Qur’an di Kecamatan Bajeng.
Selain itu, lanjut Adnan, program ini juga dikerja samakan dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Nantinya, para santri selain fokus menghapal Al-Qur’an juga akan terdaftar sebagai mahasiswa dan kuliah dengan mata kuliah yang berkorelasi dengan hafalan kita suci umat Islam ini di UIN Alauddin Makassar.
“Jadi selama tiga tahun para santri akan fokus menghapal Al-Qur’an. Setelah itu selama satu tahun atau dua semester para santri akan dikuliahkan di UIN Alauddin Makassar. Jadi disamping menjadi penghapal Al-Qur’an, mereka juga akan mendapatkan ijazah dan gelar S1 dari UIN Alauddin Makassar,” beber Adnan.
Suami Priska Paramita itu menargetkan, dengan adanya program ini kedepan setiap desa dan kelurahan bahkan hingga dusun dan lingkungan di Kabupaten Gowa memiliki satu penghafal Al-Qur’an.
“Target saya di Kabupaten Gowa minimal setiap dusun dan lingkungan memiliki penghafal Al-Qur’an,” pungkasnya.(rus)












