STARNEWSID.COM, MAKASSAR – Pemerataan kualitas pendidikan terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar, termasuk bagi anak-anak yang berada di wilayah pesisir dan kepulauan.
Dinas Pendidikan Kota Makassar bersama Global Program melakukan kunjungan kerja ke wilayah kepulauan Kota Makassar untuk melihat secara langsung perkembangan pendidikan anak usia dini (PAUD), sekaligus memastikan dukungan pemerintah benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
Kunjungan tersebut melibatkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal, Bunda PAUD Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, serta Senior Program Manager Early Childhood Development & Education sekaligus Humanitarian & Development Specialist Global Program, Syiifa Andina.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Global Program dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini, khususnya di kawasan pesisir dan kepulauan.
Dalam kunjungan tersebut, tim meninjau secara langsung kondisi serta perkembangan layanan PAUD di wilayah kepulauan. Mulai dari dukungan anggaran, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga peningkatan kompetensi tenaga pendidik menjadi perhatian.
Berdasarkan data yang dipaparkan, dukungan terhadap pendidikan PAUD di wilayah kepulauan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan layanan pendidikan.
Syiifa Andina mengapresiasi komitmen berkelanjutan Pemerintah Kota Makassar dan Bunda PAUD dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini. Menurutnya, langkah yang dilakukan Pemkot Makassar dinilai progresif karena tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga memperhatikan peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kualitas layanan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman menegaskan bahwa wilayah kepulauan merupakan salah satu fokus pemerintah dalam memperkuat layanan pendidikan sekaligus mendukung upaya menekan angka stunting dan mempersiapkan generasi emas.
Ia mengatakan, penguatan pendidikan anak usia dini dilakukan melalui pendekatan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), sehingga kebutuhan anak tidak hanya dilihat dari aspek pendidikan, tetapi juga tumbuh kembang dan kebutuhan pendukung lainnya. “Sesuai arahan Bapak Wali Kota dan Ibu Bunda PAUD Makassar, kami berkomitmen penuh agar anak-anak di wilayah kepulauan mendapatkan hak dan fasilitas pendidikan yang setara dengan anak-anak di daratan,” ujar Achi, Rabu, (29/7/2026).
Ia menambahkan, peningkatan dukungan dari tahun ke tahun merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan pemerataan pendidikan. “Peningkatan alokasi dukungan dari tahun ke tahun ini adalah wujud kehadiran pemerintah dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal atau no child left behind,” tegasnya.
Selain melakukan pemantauan, kunjungan tersebut juga diisi dengan dialog bersama guru PAUD, orang tua murid, serta tokoh masyarakat setempat. Dialog tersebut menjadi ruang untuk menyerap berbagai aspirasi dan mengetahui kebutuhan pendidikan yang dihadapi masyarakat di wilayah kepulauan secara langsung.
Masukan dari masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menyusun pengembangan program pendidikan yang lebih tepat sasaran ke depan. Achi menegaskan, pemerataan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada wilayah perkotaan. Anak-anak di kepulauan juga harus memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang.
Kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar, Bunda PAUD, tenaga pendidik, masyarakat, dan Global Program diharapkan terus diperkuat sehingga mampu melahirkan berbagai inovasi baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Dengan langkah tersebut, Pemkot Makassar menargetkan fondasi pendidikan anak usia dini semakin kuat dan merata di seluruh wilayah Kota Makassar, termasuk kawasan pesisir dan kepulauan. (*)







