*Korban Pembusuran Geng Motor di Takalar Harus Bayar Rp 7 Juta Untuk Operasi
STARNEWSID.COM, TAKALAR — Sudah saatnya pihak kepolisian Polres Takalar bertindak tegas menyikapi tindakan teror busur di Takalar. Korban sudah berjatuhan, tetapi tak seorang pun pelaku yang berhasil ditangkap.
Sandi (18) warga Dusun Aeng Towa, Desa Aeng Towa, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, harus menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Makassar usai operasi pengangkatan anak busur yang tembus mengenai tulang rusuk sebelah kirinya akibat diserang kelompok geng motor Minggu dini hari kemarin. Korban pun harus membayar biaya operasi sebesar Rp 7 juta karena tidak ditanggung BPJS.
“Benar, korban atas nama Sandi sudah menjalani operasi di RS Bhayangkara Makassar, infonya biaya operasi itu ditanggung keluarganya sebesar 7 juta rupiah,” ungkap Aipda Nur Alamsyah, Unit Intelkam Polsek Galesong Utara.
Korban kini dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pasca operasi pengangkatan anak panah di bagian tulang rusuknya. Selain Sandi, ada juga dua orang warga Galesong Utara yang menjadi korban penyerangan kelompok geng motor. Korban bernama Eka Fitra Syahbani Lira (18) warga Dusun Jonggobatu, Desa Aeng Batu-batu.
Korban mengalami luka tusukan pada betis dan paha kiri, serta terkena busur di bagian betis kaki bagian kanan. Korban Eka sepat dirawat di RS Haji Makassar, namun korban memilih pulang dan dirawat di rumahnya saja.
Selain Eka, satu orang lagi bernama Hasring(17), Seorang pelajaran SMKN 4 Bontolebang, beralamat Dusun Aeng Towa, Desa Aeng Towa. Hasring mengalami luka terkena busur pada lengan atas, korban juga sempat dirawat RS Bhayangkara Makassar, namun korban meminta keluar dan memilih dirawat di rumahnya saja.
Berbeda dengan korban atas nama Rahmatullah Warga Desa Galesong Kota, Kecamatan Galesong, yang kini harus cacat seumur hidup setelah semua jari tangan kirinya sampai pergelangan harus diamputasi setelah ditebas oleh pelaku geng motor.
Sebelumnya, dua kelompok geng motor saling serang di wilayah Galesong Utara, tepatnya di depan puskesmas desa Aeng Towa. Dalam kejadian itu 5 warga yang saat itu melintas menjadi korban. (*)











