STARNEWSID.COM, MAKASSAR – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), anak usaha dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group, berkomitmen untuk menerapkan GRC yang berdampak secara berkelanjutan. Salah satunya dengan menggelar program edukasi komprehensif mengenai Governance, Risk Management, and Compliance (GRC). Inisiatif strategis ini secara khusus menyasar para mahasiswa yang tengah melaksanakan program magang di lingkungan korporasi.
Melalui pembekalan yang terstruktur, perusahaan berupaya untuk menanamkan dasar etika kerja yang kokoh, nilai integritas, serta profesionalisme tinggi sebelum para mahasiwa ini terjun sepenuhnya ke dalam dunia kerja yang dinamis.
Pelaksanaan sosialisasi interaktif ini diselenggarakan secara terbuka di Lobi Gedung Kantor Pelindo Regional 4 Kota Makassar, 20 Agustus 2026.
Guna membekali para mahasiswa magang secara mendalam tentang prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan praktik terbaik (best practice)-nya di perusahaan, pentingnya mengelola Risiko, serta peran penting pengawasan internal di perusahaan.Program edukasi untuk mahasiwa telah dilaksanakan secara berkala sejak tahun 2024 dan beberapa kampus telah berkunjung ke PJM untuk mempelajari materi GCG, Risiko, dan Anti Penyuapan.

Pihak manajemen secara sinergis memaparkan materi strategis yang berfokus pada empat pilar krusial kepatuhan korporat, yaitu terkait implementasi GCG, Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), Manajemen Risiko, serta tata cara Pengawasan Internal yang komprehensif.
Dalam pembahasan mendalam mengenai pilar Governance atau Tata Kelola perusahaan yang bersih, para mahasiswa diarahkan untuk memahami esensi akuntabilitas serta transparansi korporasi. Program edukasi ini memiliki target utama untuk melatih dan membangun karakter para mahasiswa magang agar mampu bertindak sebagai ‘Governance & Integrity Ambassador’ di masa depan. Melalui peran strategis ini, mereka dipersiapkan untuk menjadi panutan atau role modelkonkret dalam penerapan GCG sekaligus menjadi motor penggerak utama dalam penguatan budaya integritas di mana pun mereka berada serta mencegah terjadinya benturan kepentingan.
Beralih pada pilar Risk Management atau Manajemen Risiko, perusahaan memberikan pembekalan taktis mengenai cara memetakan, mengidentifikasi, dan memitigasi segala potensi risiko operasional maupun finansial secara preventif. Edukasi ini ditujukan secara khusus untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian, serta partisipasi aktif para peserta magang dalam mendukung implementasi sistem pengawasan internal.
Mahasiswa dilatih untuk peka melihat keganjilan operasional dan secara proaktif dilibatkan dalam menyuarakan gerakan anti-fraud (antikecurangan) demi menjaga keberlangsungan bisnis maritim yang sehat.Hal ini sesuai dengan prinsip transparansi pengelolaan yang Danantara dengungkan di setiap kesempatan.
Dalam hal ini, PT Pelindo Jasa Maritim yang berada di bawah koordinasi Danantara wajib menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP/ISO 37001) serta prinsip 4 No’s (No Bribery, No Kickback, No Gift, No Luxurious Hospitality).Sementara itu, pada pilar Compliance atau Kepatuhan, manajemen PJM menekankan pentingnya ketaatan mutlak terhadap segala bentuk regulasi maritim, baik yang berlaku dalam skala nasional maupun internasional, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) internal korporasi.
Tingkat kepatuhan yang tinggi merupakan fondasi utama keselamatan dan kepercayaan dalam dunia logistik laut. Melalui edukasi ini, perusahaan secara aktif mendorong lahirnya inovasi serta berbagai kampanye kreatif dari para mahasiswa untuk memperkuat budaya tata kelola dan kepatuhan hukum, yang dikemas secara modern agar lebih relevan serta mudah dipahami oleh generasi muda melalui program kunjungan kampus mutual.
“Kami percaya bahwa menanamkan pemahaman GRC sejak dini merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan keberlanjutan (sustainability) pemimpin bangsa yang berintegritas. Program ini dirancang bukan sekadar pengenalan teori, melainkan upaya membentuk agen perubahan (agent of change) yang mampu membawa dan menginspirasi implementasi tata Kelola, risiko, dan anti penyuapan di tempat mereka berkarya kelak.
Lebih jauh lagi, kami berharap edukasi usia dini tentang gerakan anti-korupsi ini dapat berakar kuat, dan dilanjutkan tidak hanya pada saat ini melainkan juga meluas membawa dampak positif bagi lingkungan kampus lainnya,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim.
Tentang Pelindo Jasa Maritim PT Pelindo Jasa Maritim atau yang disingkat dengan PJM merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang dibentuk pada 1 Oktober 2021 pasca integrasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero). PT Pelindo Jasa Maritim telah berpengalaman dengan mengelola lima klaster bisnis, yaitu jasa layanan marine, jasa peralatan pelabuhan (Equipments), jasa galangan, pengerukan (dredging solution), dan jasa utilitas kepelabuhanan (Port Services).
Wilayah operasional PJM mencakup seluruh Nusantara yang terbentang dari Malahayati hingga Merauke. PJM juga terbuka untuk kerja sama dan bersinergi dalam dukungan layanan dengan mitra strategis baik untuk entitas domestik maupun luar negeri.PJM saat ini mengelola 8 (delapan) anak perusahaan yaitu PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (JAI), PT Pelindo Marine Service (PMS), PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), PT Pengerukan Indonesia (Rukindo), PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA), PT Pelindo Solusi Maritim (PSM), PT Intan Sejahtera Utama (ISMA) dan PT Lamong Energi Indonesia (LEGI). PJM juga memiliki 2 cucu perusahaan yaitu PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), dan PT Pelindo Energi Logistik (PEL). Dengan keberagaman segmen bisnisnya, PJM mampu menyediakan integrated one stop service bagi pengguna jasanya.
Narahubung:Tubagus Patrick Tribudi Utama IskandarSekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim.Jl. Soekarno No 1, Makassar
Email: corsec.jasamaritim@pelindo.co.idFacebook: @pelindomaritimX : @pelindomaritimLinkedIn: Pelindo Jasa MaritimInstagram: @pelindomaritimYoutube: Pelindo Jasa MaritimWebsite : www.jasamaritim.co.id (*)








