STARNEWSID.COM,GOWA—Sekolah kecil yang minim siswa mengeluhkan kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gowa.
Beberapa kebijakan Disdik Gowa seperti kegiatan pertemuan di hotel yang dianggarkan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dianggap memberatkan.
Sumber dari kepala sekolah dasar yang memiliki siswa sedikit mengaku, kegiatan pertemuan di bawah koordinir Disdik Gowa itu cukup menguras anggaran dana BOS. Padahal di satu sisi dana BOS yang mereka terima sangat minim.
“Kegiatan pertemuan itu semuanya dibayar melalui dana BOS. Nominal yang kita bayar juga sama dengan sekolah yang banyak siswanya. Seharusnya jangan diratakan. Kasihan kita yang dana BOS nya sedikit,” keluh salah satu kepala sekolah yang meminta identitasnya dirahasiakan dengan alasan keamanan, Selasa (25/4/2023).
Ia menyebutkan, untuk dana BOS tahap I tahun anggaran 2023 ini saja, ada sekitar tiga kali mengikuti pertemuan yang dilaksanakan Disdik Gowa.
“Semua pertemuan itu dibayar. Belum lagi pembelanjaan dana BOS yang lain seperti pembelian buku amaliah Ramadan dan lain-lain. Alhasil kita yang punya dana BOS sedikit jadi tekor,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufik Mursad yang dikonfirmasi meminta sekolah yang keberatan agar menyampaikan ke pihak pelaksana kegiatan.
“Kalo dia memang ndak bisa kenapa ndak sampaikan ke pelaksana kegiatannya,” sesal Taufik.
Mantan Kepala Bappeda Gowa itu pun akan turun mengecek belanja dana BOS sekolah yang minim siswanya.
“Nanti saya cek sekolahnya, dan periksa dulu belanja dana BOSnya. Apa betul begitu. Jangan sampai lebih banyak ji ke yang lain,” tandasnya.(rus)












