STARNEWSID.COM, BULUKUMBA — Bersama dengan kepala daerah se Sulawesi Selatan, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin 11 September 2023.
Rapat yang dipimpin Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin ini juga dilaksanakan secara daring untuk mengikuti rapat koordinasi secara nasional inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian.
Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya menyebut, secara umum inflasi secara nasional cukup terkendali. Pada Bulan Agustus 2023, tercatat inflasi 3,27 persen.

Tito Karnavian juga meminta agar kepala daerah bersama Tim Penggerak PKK melakukan kampanye Setop Boros Pangan, secara massif. Apalagi, Indonesia merupakan negara kedua di dunia yang boros pangan.
Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengatakan, pengendalian inflasi di Sulsel merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari kinerja seluruh kepala daerah, jajaran Forkopimda, dan semua stakeholder lainnya.

“Deflasi tertinggi di Kota Palopo -0,23%, dan deflasi terendah di Kabupaten Bulukumba -0,04%,” ungkap Bahtiar.
Bahtiar mengimbau para kepala daerah agar turun langsung ke pasar mengecek perkembangan harga-harga kebutuhan pokok, dan serius melakukan penanganan inflasi. Juga meminta agar mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan mereka menanam komoditi pemicu inflasi, seperti cabe rawit.
Dalam pertemuan tersebut, Bahtiar mengungkapkan ada lima hal yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk penanganan inflasi. Antara lain, memperbanyak kegiatan pasar murah, mengoptimalkan belanja APBD, mitigasi stabilisasi pasokan dan harga pangan di wilayah masing-masing, mulai melakukan gerakan pangan murah, dan penguatan cadangan pangan pemerintah daerah.

“Mulai dari program pembagian bibit unggul sampai pada pemanfaatan pekarangan dan lahan kosong untuk tanaman produktif,” ungkapnya.
Andi Utta optimis dengan memperkuat ketahanan pangan, maka daerah berjuluk Butta Panrita Lopi ini akan bertahan pada situasi krisis, oleh karena masyarakat Bulukumba secara mandiri menyiapkan bahan pangannya.(*)











