STARNEWSID.COM, MAKASSAR – Dosen Fakultas Hukum Unhas, Aidir Amin Daud, resmi menyandang gelar Profesor di bidang ilmu hukum internasional.
Gelar Guru Besar ini didapatkan mantan Ketua KPU Sulsel tersebut dalam surat keterangan dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan nomor 74342/MPK.A/KP.07.01/2022 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen.
Pengangkatan Aidir Amin sebagai Profesor ini sudah terhitung sejak 20 Desember 2022.
Aidir mengaku telah menerima surat keputusan tersebut.

“Iya, tadi pagi saya sudah terima suratnya. Alhamdulillah,” jelas Aidir Amin Daud, Jumat (6/1/2022).
“Saya sudah mengajar dari puluhan tahun lalu dan sudah aktif sebagai akademisi,” ujar Prof Aidir Amin.
“Sebagai dosen sekarang sudah menjadi kewajiban saya untuk menulis, meneliti, dan mengajar,” sambungnya.
Aidir Amin Daud dilahirkan di Makasar, 11 November 1958
Ia merupakan lulusan Program Doktoral Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin pada tahun 2007.
Dirinya pernah menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel 2003-2006.
Sebelum jadi Ketua KPU Sulsel, Aidir Amin Daud sebagai Pimpinan Redaksi (Pemred) Harian Fajar. Sejak 1981, dia sebagai wartawan Fajar seangkatan dengan Hamid Awaluddin (mantan Menteri Hukum dan HAM) era Presiden SBY-JK, Abun Sanda, Ridwan Effendy, dan lainnya.
Aidir juga pernah menjabat Direktur Tata Negera Kemenkumham 2007 – 2009.
Aidir juga pernah menjabat Direktur Tata Negera Kemenkumham 2007 – 2009.
Tahun 2010, alumni Hukum Unhas ini diangkat menjadi Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU).
Kemudian lima tahun berikutnya menjabat sebagai Dirjen Hak Asasi Manusia.
Ia ditunjuk sebagai Irjen Kemenkumham hingga memasuki purna bakti Desember 2018.
Aidir juga pernah merangkap Pelaksana Tugas Dirjen AHU (2015) dan Dirjen Kekayaan Intelektual (2016).
Dirinya juga aktif sebagai dosen di Fakultas Hukum Unhas. (*)












