Polisi Turunkan Anjing Pelacak Cari Korban Longsor di Desa Lonjoboko

ANJING PELACAK--- Dua anjing pelacak yang diturunkan Polda Sulsel dalam mencari satu korban tersisa yang tertimpa tanah longsor di desa Lonjoboko, kecamatan Parangloe Gowa. Anjing pelacak itu menyisir Sungai Jeneberang, Sabtu (19/11/2022).(Foto : Azhari Lolo)

STARNEWSID.COM,PARANGLOE— Tim SAR Gabungan terus berupaya ekstra melakukan pencarian terhadap korban longsor yang belum ditemukan di desa Lonjoboko, kecamatan Parangloe, Gowa.

Polisi bahkan harus menurunkan K9 atau anjing pelacak untuk membantu melakukan pencarian. Dari total 7 korban, 6 di antaranya telah ditemukan meninggal dunia. Sisa satu korban lagi yakni Royyan (8 tahun) yang sampai saat ini masih hilang.

Warga Asana, desa Parigi, kecamatan Tinggimoncong itu tertimpa longsor saat melintas di kilometer 63 Poros Malino, kampung Borong Sapiri, desa Lonjoboko, Rabu (16/11/2022).

Bacaan Lainnya

Saat itu Royyan berboncengan motor bersama Nurhayana dan ibunya Nursyamsia. Hanya saja jazad Nurhayana dan Nursyamsia telah ditemukan.

Ipda Samuel dari Unit Polsatwa K9 Dit Samapta Polda Sulsel menuturkan, ada 2 ekor anjing pelacak diterjunkan menyisir lokasi dimana korban tertimpa tanah longsor.

Proses pelacakan, kata dia dilakukan hingga ke dasar sungai Jeneberang yang tepat berada di bawah jurang.

“Ada dua ekor anjing pelacak dari Unit Polsatwa K9 Dit Samapta Polda Sulsel diturunkan untuk mempermudah pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan,” ungkap Ipda Samuel, Sabtu (19/11/2022).

Hingga berita ini ditulis, jenazah Royyan masih belum ditemukan. Terpisah Kapolres Gowa, AKBP Tri Goffaruddin berharap, kehadiran K9 dapat membantu mempercepat korban ditemukan.

“Semoga proses pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan dapat membuahkan hasil dan menemukan korban secepatnya,” pungkasnya.(rus)

Pos terkait