Pipa PDAM Sinjai Bocor, Warga Balangnipa Krisis Air Bersih

Warga di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara menggunakan gerobak untuk mengangkut air bersih (ist)

Air tak Mengalir, Pelanggan Tuntut PDAM Gratiskan Tagihan

STARNEWSID.COM, SINJAI — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sinjai Bersatu kembali berhadapan dengan masalah klasik: pipa bocor.

Kebocoran pipa jenis HDPE 400 PN 16 ini adalah pipa transmisi air baku Balantieng. Lokasinya sekira 4 kilometer dari sumber air Sungai Balantieng, Kecamatan Sinjai Borong.

Bacaan Lainnya

PDAM Sinjai, melalui media sosial menyampaikan bahwa pekerjaan pipa dimulai pada Senin, 14 November 2022 dengan estimasi pekerjaan selama empat hari.

Akibat kebocoran pipa ini, pelanggan yang akan terdampak sebagian besar di wilayah IKK PDAM, dan sebagian Wilayah Sinjai Utara. Kondisi ini mendapat tanggapan miris dari sejumlah pelanggan atas kondisi ini

Warga Jalan K.H. Agus Salim, Kelurahan Balangnipa, Muh. Ikbal meminta audit atas kinerja manajemen PDAM karena kinerjanya tidak malah membaik sejak berfungsinya jalur sumber air baku Balantieng. Resource baru justru jadi masalah baru, kritik Ikbal.

Akibat kebocoran pipa ini, pelanggan yang akan terdampak sebagian besar di wilayah IKK PDAM, dan sebagian Wilayah Sinjai Utara. Kondisi ini mendapat tanggapan miris dari sejumlah pelanggan atas kondisi ini

Warga Jalan KH. Agus Salim, Kelurahan Balangnipa, Muh. Ikbal meminta audit atas kinerja manajemen PDAM karena kinerjanya tidak malah membaik sejak berfungsinya jalur sumber air baku Balantieng. Resource baru justru jadi masalah baru, kritik Ikbal.

“Kendala kerusakan bukan lagi sebuah masalah karena pada dasarnya masalah ada solusinya, namun ini terlalu berulang dengan isu yang sama, menyalahkan keadaan, padahal perusahaan harus bertanggung jawab penuh. Pelanggan tidak mau tau, karena sifat pelanggan memang seperti itu butuh pelayanan bukan curhatan,” kritiknya

 

Selain audit total kinerja PDAM, Ikbal yang juga Dosen di IAIM Sinjai ini meminta ada pelibatan tenaga ahli karena sudah dua tahun kurang lebih PDAM menghabiskan waktu untuk masalah yang sama.

“Ini sudah kelewatan. Ini artinya SDM di PDAM tidak mumpuni mengelola PDAM,” bebernya.

Ikbal juga meminta PDAM menggratiskan tagihan bagi pelanggan yang terdampak. “Karena kami pelanggan rugi dua kali, bayar tagihan tapi air tidak dinikmati, kemudian kami tetap harus beli air bahkan cari air,” tandasnya.

Beberapa pelanggan PDAM di wilayah Kecamatan Sinjai Utara sudah tidak mendapatkan distribusi air bersih dariPDAM Sinjai. (*)

Pos terkait