Pertamina Patra Niaga Sulawesi Memprediksi,.Arus Mudik dan Arus Balik Dalam Dua Gelombang Kebutuhan BBM Dipastikan Aman

STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memprediksi, arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang besar. Dalam kondisi ini berpotensi meningkatkan konsumsi energi masyarakat, khususnya bahan bakar selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Prediksi tersebut disampaikan dalam pemaparan kesiapan Pertamina, menghadapi masa mudik melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026.

Berdasarkan proyeksi, puncak arus mudik gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026, disusul gelombang kedua pada 18–20 Maret 2026.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, arus balik diprediksi mencapai puncaknya pada 24–25 Maret 2026 dan kembali meningkat pada 28–29 Maret 2026. Lonjakan mobilitas masyarakat pada periode tersebut, dinilai akan berdampak langsung terhadap peningkatan kebutuhan energi di berbagai wilayah.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menegaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif, untuk menjaga ketahanan pasokan energi selama periode krusial tersebut.

“Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, untuk memastikan pasokan energi tetap aman selama periode Ramadan dan Idulfitri. Kami memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan energi, terutama pada puncak arus mudik dan arus balik.

Peningkatan konsumsi energi sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung halaman, untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Untuk itu,“Seluruh infrastruktur kami siapkan secara maksimal, termasuk layanan tambahan di jalur utama, agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.

Selain menjaga ketersediaan energi, Pertamina juga menghadirkan berbagai layanan pendukung guna memberikan kenyamanan bagi pemudik, seperti titik layanan tambahan dan penguatan distribusi di wilayah strategis Pertamina memastikan seluruh infrastruktur distribusi energi berada dalam kondisi optimal. Mulai dari kesiapan SPBU, terminal BBM, hingga layanan tambahan di jalur-jalur utama mudik disiagakan, guna mengantisipasi lonjakan permintaan,” ujar Deny. (*)

Pos terkait