Nenek Aliyah Bermimpi, Rumahnya Dapat Bantuan dari Program Bedah Rumah

Rumah Nenek Aliyah

Nenek Aliyah (72), tinggal bersama cucu-cucunya yang ditinggal orang tuanya merantau ke negeri orang untuk mencari kehidupan.

Bersama cucunya, tinggal di rumah panggung yang sudah rapuh dan tidak layak huni, peninggalan suaminya di Lingkungan Benteng, Kelurahan Benteng, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang. Suaminya telah meninggal sejak tahun 1987. Nenek Aliyah yang sudah sepuh berjalan pun dibantu dengan tongkat.

Nenek Aliyah (72)

Meski berjalan dengan tongkat, dia tetap berkebun di pinggir sungai. Untuk menyambung hidup dengan cucunya, Nenek Aliyah sering ke sawah mencari rontokan padi yang usai dipanen.

Bacaan Lainnya

Nenek Aliyah punya empat anak. Namun, keempat anaknya merantau.

Untuk kebutuhan hidup sehari-harinya, Nenek Aliyah dibantu tetangga, dan warga sekitarnya.

Ketika Nenek Aliyah ditemui beberapa awak media, dia menyampaikan mimpi-mimpinya agar rumahnya juga bisa dibedah. Seperi beberapa tetangga di Kelurahan Benteng dapat.

“Kalau saya sendiri yang mau memperbaiki rumahku tidak mampu. Makan sehari-hari saja, saya dibantu orang lain,” tuturnya.

Nenek Aliyah punya mimpi-mimpi disampaikan ke awak media, agar rumahnya juga bisa dapat bantuan program bedah rumah.(man).

Pos terkait