STARNEWSID.COM, MAKASSAR —- Asian Medical Students’ Association – Indonesia (AMSA-Indonesia) merupakan organisasi mahasiswa kedokteran berskala nasional yang berlandaskan filosofi Knowledge, Action, and Friendship. Dalam implementasinya, AMSA berperan aktif dalam meningkatkan pengetahuan serta kepedulian terhadap isu kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan maritim. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tantangan besar dalam bidang kesehatan maritim, terutama terkait penyakit kelautan, keselamatan penyelaman, serta kesehatan masyarakat pesisir. Oleh karena itu, AMSA District 6 menyelenggarakan kegiatan AMSA District 6 Project and Gathering 2026 dengan tema SDG 14 – Life Below Water x Emergency and First Response melalui program BLUE: “Building Life-Saving Awareness for Underwater and Ecosystem Health”. Salah satu rangkaian kegiatan adalah seminar (lecture) yang bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai kesehatan maritim, termasuk peran kedokteran kelautan dan terapi oksigen hiperbarik dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pesisir.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk seminar interaktif yang membahas peran strategis kedokteran kelautan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat maritim. Peran Terapi Oksigen Hiperbarik dalam Kesehatan Maritim.

Keracunan gas Terapi ini bekerja dengan meningkatkan tekanan oksigen dalam tubuh sehingga mempercepat pemulihan jaringan dan mengurangi efek patologis akibat tekanan lingkungan laut. Dalam konteks maritim, terapi ini sangat penting bagi penyelam, nelayan, serta pekerja sektor kelautan. Pada Kegiatan seminar diikuti oleh Faku1tas Kedokteran yang tergabung da1am AMSA District 6 , yaitu
AMSA Universitas Alkhairaat
AMSA Universitas Bosowa
AMSA Universitas Hasanuddin
AMSA Universitas Halu Oleo
AMSA Universitas Khairun
AMSA Universitas Muslim Indonesia
AMSA Universitas Muhammadiyah Makassar
AMSA Universitas Pattimura AMSA Universitas Sam Ratulangi
AMSA Universitas Tadulako


SeIain itu peranan para pihak daIam menuntaskan setiap permasaIahan meIaIui keiImuan dan penelitian di bidang kesehatan maritim serta bagaimana menyusun pedoman penanganan penyakit kelautan,memberikan edukasi dan pelatihan terkait keselamatan aktivitas laut dan mendukung kebijakan kesehatan berbasis maritim sangat diharapkan.
OIehnya itu peran mahasiswa AMSA District 6 sangat diharapkan sebagai agen perubahan dalam edukasi kesehatan masyarakat pesisir , mengimplementasikan triad AMSA: Knowledge, Action, Friendship, menginisiasi program promotif dan preventif di bidang kesehatan maritim, menjalin kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan sosial Kesehatan
Ditambahkan peran TNI AL (Kodaeral VI Makassar) melalui RSAL Jala Ammari seIama ini sangat dirasakan manfaatnya daIam memberikan layanan kesehatan maritim, termasuk terapi hiperbarik , mendukung penanganan kasus kegawatdaruratan di laut melakukan pembinaan kesehatan bagi prajurit dan masyarakat pesisir serta berperan dalam operasi kemanusiaan dan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan Kehadiran RSAL Jala Ammari sebagai institusi kesehatan TNI AL menunjukkan sinergi antara sektor militer dan sipil dalam meningkatkan kesehatan maritim nasional. (*)











