STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba, SE, melakukan kunjungan ke Pulau Samalona yang berada di wilayah Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso. Kunjungan tersebut didampingi oleh Kasi Trantib yang juga menjabat sebagai Plt. Kebersihan Kecamatan Mariso, dan disambut langsung oleh Ketua RT 07 RW 06, Daeng Lallo.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memantau kondisi warga di Pulau Samalona yang berjumlah 12 Kepala Keluarga (KK) dengan total 42 jiwa. Dalam dialog bersama warga, terungkap bahwa mayoritas pendapatan masyarakat setempat bergantung pada kunjungan wisatawan, baik lokal, luar kota, hingga sesekali wisatawan mancanegara.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Mariso juga menyosialisasikan program Pemerintah Kota Makassar terkait kebersihan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di kawasan pulau. Ia menekankan pentingnya perubahan kebiasaan masyarakat dalam menangani sampah, terutama tidak lagi membakar sampah secara langsung.
“Selama ini kebiasaan membakar sampah perlu kita ubah. Dengan banyaknya wisatawan yang datang, volume sampah plastik seperti botol minuman dan kemasan kardus semakin meningkat. Padahal, jika dipilah dengan baik, sampah tersebut memiliki nilai ekonomis dan dapat menjadi tambahan penghasilan bagi warga,” ujarnya.
Selain isu kebersihan, Ketua RT Daeng Lallo juga menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, di antaranya kesulitan air bersih saat musim kemarau. Meski selama ini warga memanfaatkan air bor, namun kondisi air sering menjadi asin ketika musim kering berkepanjangan. Warga juga berharap adanya perhatian pemerintah terkait penyediaan rumah singgah di Kota Makassar, yang dapat digunakan saat kondisi cuaca buruk atau gelombang tinggi menghambat perjalanan kembali ke pulau.
Menanggapi hal tersebut, Camat Mariso menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai masukan warga sebagai bahan koordinasi dengan instansi terkait di tingkat kota.
“Kunjungan ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan bahwa warga Pulau Samalona tetap mendapatkan perhatian, baik dari sisi kebersihan lingkungan maupun kebutuhan dasar lainnya. Kami mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah, karena selain menjaga kebersihan pulau, ini juga bisa memberikan nilai ekonomi. Terkait kebutuhan air bersih dan rumah singgah, kami akan koordinasikan lebih lanjut dengan Pemerintah Kota Makassar agar ada solusi yang tepat dan berkelanjutan bagi masyarakat pulau.”(*)











