STARNEWSID.COM, MAROS – Akses Jalan Poros Maros-Bone di daerah Camba, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan terputus akibat longsor.
Tanah Longsor di Kabupaten Maros tak jauh lokasinya dari Jembatan Layang Pattunuang.
Untuk membersihkan longsoran tanah Pemkab Maros mendatangkan alat berat milik Dinas PUTR. Sementara mobil dari Kabupaten Bone, Sinjai, Soppeng, dan Wajo terpaksa tak bisa berbuat apa-apa, dan menunggu petugas membersihkan longsoran.

Sementara kendaraan yang dari Makassar ingin ke daerah tujuan, terpaksa balik memutar dan memilih lewat Pangkep.
Meski terjadi tanah longsor di Maros, distribusi BBM Pertamina menuju ke Bone dan Sinjai tetap aman. Karena armada Pertamina dialihkan lewat jalur Bantaeng – Bulukumba menuju Sinjai dan Bone.
Pertamina memastikan suplai bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah Bone dan Sinjai tetap aman.
“Tidak terganggu karena dialihkan sementara melalui Bantaeng dan Bulukumba,” kata Senior Supervisor Communication dan Relations Pertamina Patra Niaga Sulawesi Taufiq Kurniawan kepada awak media, Rabu (28/12/2022).
Taufiq mengatakan penyaluran BBM sempat terdampak akibat Jalan Poros Maros-Bone terputus akibat longsor, Selasa (27/12) kemarin. Ada 12 SPBU di Bone dan 6 SPBU di Sinjai yang penyaluran BBM-nya terhambat.
“Namun untuk stok di SPBU tetap aman. SPBU tetap beroperasi normal,” sebutnya.
Taufiq menambahkan, untuk mengantisipasi kejadian longsor tersebut dan mendukung keberlanjutan stok dari SPBU pihaknya menyiapkan alternatif suplai yang menuju Sinjai dan Bone. Jalur alternatif yang digunakan melalui Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba.
“Karena jalur alternatif pertama di Malino, dianggap masih rawan. Makanya dialihkan ke Bantaeng dan Bulukumba. Kita lakukan sejak tadi malam dan pagi ini. Kita harapkan ketersediaan stok di Sinjai dan Bone terus bertambah,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, Tim gabungan pemerintah setempat melanjutkan pembersihan material longsor di Camba yang menutup Jalan Poros Maros-Bone hingga lalin lumpuh total. Pagi ini 3 alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor.
“Evakuasi material longsor sementara berlangsung. Sudah ada 3 alat berat yang beroperasi,” kata Kasat Lantas Polres Maros AKP Supriyanto kepada detikSulsel, Rabu (28/12).
Supriyanto mengatakan, kondisi di lokasi yang masih diguyur hujan menyebabkan alat berat yang beroperasi kadang berhenti. Operator pun mengaku khawatir akan adanya longsor susulan karena air mengalir terus dari atas pegunungan.
“Jalan belum bisa tembus, masih pembersihan karena di lokasi diguyur hujan. Upaya pembersihan material longsor terus dilakukan,” ujarnya. (*)















