Kunjung Mae Bergerak! Sulap Sampah Jadi Barang Bermanfaat dan Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Urban Farming

STARNEWSID.COM, MAKASSAR —- Sebuah gerakan revolusioner dalam pengelolaan lingkungan tengah digulirkan di Kelurahan Kunjung Mae. Bertempat di koridor Masjid Nurul Qalbi, Jalan Kasuari, Sabtu (02/05/2026), jajaran otoritas kelurahan bersama perangkat RT/RW membedah strategi pengelolaan sampah modern dan pertanian perkotaan guna menyukseskan program “Makassar Bebas Sampah 2029”.

Lurah Kunjung Mae, Syafruddin, SE., MM., dalam pengarahannya menyoroti transisi besar sistem pembuangan sampah di TPA Antang. Ia memaparkan bahwa era open dumping atau penumpukan terbuka telah berakhir dan berganti menjadi sistem Sanitary Landfill.

“Mulai tahun 2026, TPA hanya akan memproses sampah residu. Oleh karena itu, sampah organik dan anorganik harus sudah selesai dikelola di tingkat rumah tangga. Pemilahan bukan lagi pilihan, tapi kewajiban untuk menjaga ekosistem kita dari pencemaran lindi dan gas berbahaya,” tegas Syafruddin lugas.

Bacaan Lainnya

Aksi Nyata dan Bukti Ekonomi Giat yang difasilitasi oleh Ketua RW.004, Muhammad Thohad, melalui Bank Sampah Pesona Mulia ini, menghadirkan bukti nyata bahwa limbah bisa menjadi aset. Narasumber Faisal Baso membagikan kisah inspiratifnya mengumpulkan 48 gram emas logam mulia dan mengamankan porsi haji murni dari hasil pengelolaan Bank Sampah Asoka V.

Tak kalah menarik, penggiat lingkungan Abdul Kadir mendemonstrasikan efektivitas Urban Farming. Dari lahan terbatas, ia kini mampu menyuplai kebutuhan 100 kg kangkung setiap hari untuk program pemerintah. Ia juga menekankan pentingnya lubang biopori sebagai solusi cerdas drainase lorong sekaligus pabrik pupuk organik mandiri.

Dialog dan Komitmen Kewilayahan Antusiasme terlihat saat Ansharullah Amin (Ketua RT.007/RW.002) dan Yanti (Ketua RT.012/RW.003) melakukan pendalaman terkait manajemen administrasi bank sampah serta teknik keberlanjutan biopori agar tetap produktif.

Ketua TP-PKK Kelurahan Nurfadillah Syafruddin bersama Ketua LPM Agatha Rita Taka yang hadir di lokasi, menyatakan dukungan penuh agar edukasi ini meresap hingga ke tingkat dasawisma. Sebagai langkah pendisiplinan, warga kembali diingatkan untuk mematuhi Surat Edaran Camat Mariso No. 680/50/IV/2026 mengenai jadwal pembuangan sampah rumah tangga (pagi 05.00–06.30 dan sore 17.00–20.00 WITA).

Penutup kegiatan menegaskan bahwa langkah proaktif Kunjung Mae dalam memperkuat Bank Sampah dan pertanian lorong adalah gerakan moral. Ini adalah sinergi nyata antara pemerintah dan warga untuk memastikan lingkungan tetap asri, layak huni, dan memiliki nilai ekonomi tinggi bagi generasi mendatang.(*)

Pos terkait