STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (DPD KAI) Sulawesi Selatan menggelar rapat perdana sekaligus silaturahmi antar pengurus bertempat di lantai 2 Kedai Kita, Jl. Landak Lama No. 23, Makassar, Sabtu (12/7).
Kegiatan ini menjadi langkah awal kepemimpinan Adv. Achyar H. Maya setelah menerima mandat resmi dari Dewan Pimpinan Pusat KAI pada 25 Juni 2025 sebagai Ketua DPD KAI Sulsel.
Mandat tersebut diberikan menyusul wafatnya Ketua sebelumnya, Almarhum Syamsuddin Nur, akibat kecelakaan tunggal pada 29 Mei 2025. Dalam sambutannya, Adv. Achyar menegaskan bahwa dirinya hadir bukan untuk mengambil alih, melainkan untuk menjaga keberlangsungan organisasi agar tetap hidup, aktif, dan solid.

Rapat ini juga menjadi ruang konsolidasi awal setelah suksesnya pelaksanaan Diklat Khusus Profesi Advokat (DKPA) selama dua hari, yang menghadirkan narasumber dari internal KAI sendiri — para advokat berkompeten dan memiliki kapabilitas tinggi di bidangnya.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa DPD KAI Sulsel tetap aktif dan produktif di tengah masa transisi kepemimpinan.
Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 40 orang pengurus, turut dibahas pembentukan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di wilayah-wilayah yang belum terbentuk, serta evaluasi terhadap DPC yang sudah ada.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam forum ini, di antaranya: Adv. Andi Mallanti (Wakil Ketua II), Adv. Yusnani Machmud (Wakil Ketua III), Muh. Natsir (Dewan Penasehat), Amran Hamdy (Dewan Kehormatan), Ketua DPC KAI Kabupaten Soppeng, Ketua DPC KAI Kabupaten Gowa.
“Kalau ada yang berbeda pandangan dengan saya, itu hal biasa. Tapi mari kita bicara dengan kepala dingin. Kita advokat, kita profesional — mari kita tunjukkan itu lewat cara kita bermusyawarah,” tegas Achyar.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga eksistensi dan integritas DPD KAI Sulsel sebagai rumah besar perjuangan para advokat — yang menjunjung tinggi keadilan, profesionalisme, dan semangat kebersamaan dalam membangun organisasi yang kuat dan inklusif. (*)











