Jalan Cenderawasih akan Ganti Nama Jadi Jalan Opu Daeng Risadju

STARNEWSID.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berencana menyematkan nama pahlawan nasional asal Kabupaten Luwu, Opu Daeng Risadju menjadi nama jalan di Makassar, Sulsel. Jalan yang digadang-gadang diganti menggunakan nama tersebut ialah Jalan Cenderawasih.

“Saya mengusulkan, ini usulan karena di sekitar situ ada Jalan Andi Mappanyukki (dekatnya) ada Jalan Cendrawasih. Barangkali Jalan Cendrawasih itu sebaiknya kita ganti nama pahlawan, dan saya kira sejajar dengan dengan nama pahlawan nasional di situ,” ujar Danny kepada wartawan, Senin (19/12/2022).

Danny mengaku telah membuat surat perihal pengusulan penggantian nama jalan tersebut. Dia juga mengaku telah berkoordinasi dengan Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo mengenai penyematan nama Opu Daeng Risadju menjalan nama jalan.

Bacaan Lainnya

“Surat (pengusulan penggantian nama) sudah ada. Nanti saya sampaikan ke (Ketua) DPRD. Saya sudah kontak sama Pak Ketua,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo mengaku mendukung rencana penggantian nama jalan tersebut. Menurutnya, penyematan nama pahlawan menjadi nama jalan memang perlu dilakukan.

“Kita mengapresiasilah. Memang nama-nama pahlawan itu harus diabadikan jadi nama jalan. Khususnya pahlawan dari Sulawesi Selatan,” ujar Rudiyanto Lallo.

“Insya Allah, saya sudah bicara dengan ketua DPRD Sulsel dan ketua DPR RI akan membantu kita semua, dan beberapa kandidat jalan juga (sudah) kami siapkan,” kata Danny saat menghadiri Pelantikan, Rapat Kerja, dan Dialog Nasional Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulsel di Hotel Claro, Sabtu (17/12).

Danny mengatakan, penggunaan nama pahlawan menjadi nama jalan penting dilakukan. Menurutnya, nama pahlawan terutama yang berasal dari Sulsel wajib diabadikan di Makassar sebagai ibu kota Provinsi Sulsel.

Dia juga mengaku sudah menyiapkan lokasi jalan yang namanya akan diganti menjadi nama pahlawan. Di antaranya di sekitar jalan yang menggunakan nama-nama hewan, atau buah di Makassar.

“Semua nama burung-burung, dan buah-buahan, yang bukan nama orang itu bisa kita abadikan di situ,” ungkapnya. (*)

Pos terkait