STARNEWSID.COM, BULUKUMBA — Warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba mendapatkan remisi pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Republik Indonesia, pada Minggu 17 Agustus 2025.
Pemberian remisi tersebut, dihadiri oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba Hj Andi Herfida Muchtar, Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bulukumba, dan Sekda Muh Ali Saleng.
Tahun ini tidak hanya pemberian remisi umum. Namun terdapat pemberian remisi istimewa, yaitu remisi Asta Dasawarsa yang ditetapkan tiap kelipatan 10 tahun Kemerdekaan RI.

Sebanyak 269 orang mendapatkan Remisi Umum I, terdiri dari 1 bulan (8 orang), 2 bulan (27 orang), 3 bulan (130 orang), 4 bulan (54 orang), 5 bulan (39 orang), 6 bulan (11 orang). Selanjutnya 3 orang mendapatkan Remisi Umum II (langsung bebas), terdiri dari 2 bulan (1 orang), 3 bulan (1 orang), 4 bulan (1 orang). Sehingga total yang dapat remisi umum berjumlah 272 orang.
Adapun penerima Remisi Dasawarsa I berjumlah 318 orang, terdiri dari 90 hari (281 orang), 75 hari (14 orang), 60 hari (8 orang), 45 hari (4 orang), 43 hari (1 orang), 40 hari (1 orang), 38 hari (1 orang), 25 hari (1 orang), 10 hari (1 orang), 8 hari (5 orang), 5 hari (1 orang).

Kalapas Kelas IIA Bulukumba, Akbar Amnur menguraikan beberapa item kegiatan memeriahkan HUT ke 80 RI di lingkungan Lapas Bulukumba, yaitu Porseni antar WBP dan Petugas Lapas, pemberian bantuan sosial, pemeriksaan kesehatan, kerja bakti, Mini Soccer APH Cup.

“Kemudian ada penanaman pohon sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan komitmen jangka panjang terhadap pelestarian alam,” sambung Akbar Amnur.
Selanjutnya, lanjut dia, ada panen hasil pertanian dari program kemandirian pangan WBP, yang selaras dengan arah kebijakan Presiden RI tentang ketahanan pangan nasional.
“Hasil tanaman ini kebun Asimilasi ini juga untuk konsumsi warga binaan, sehingga lebih menghemat,” tambahnya.
“Ada juga peresmian Gugus Tugas Depan (Gudep) Pramuka bagi WBP, sebagai bagian dari pembinaan karakter wawasan kebangsaan, dan penguatan integritas moral narapidana,” jelas Akbar Amnur.

“Kami percaya kolaborasi ini akan menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih inklusif, humanis, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Akbar Amnur.
Pada momentum ini, warga binaan menampilkan tetrikal kisah para pejuang kemerdekaan membela dan memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.(*)











