STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Gejolak perseteruan kubu Nurdin Halid (NH) dan kubu Taufan Pawe (TP) bagaikan api dalam sekam Partai Golkar Sulsel.
DPP perlu segera turun meredam sebelum api tersebut membara.
Gejolak itu mulai terlihat ketika Ilham Arief Sirajuddin (IAS) pulang kampung dan bernaung di bawah pohon beringin rindang.

Partai Golkar Sulsel kini menjadi sorotan, usai mencuat isu adanya perpecahan internal seperti yang didengungkan kubu Nurdin Halid beberapa saat lalu.
Ras Md, Direktur Eksekutif parameter Publik Indonesia menilai, jika gejolak internal Partai Golkar Sulsel tak terselesaikan dengan cepat, Golkar Sulsel sulit berharap banyak pada Pemilu 2024.
“Ya, peluang kalahnya lebih terbuka daripada peluang menang,” nilainya, Senin (4/7/2022).
Namun menurutnya, jika Golkar tak ingin kalah di lumbung suara sendiri, Paling tidak ada tiga cara jitu yang mesti dilakukan oleh partai berlambang Beringin ini.
Pertama, Taufan pawe sebagai Ketua Golkar Sulsel mesti mengevaluasi kelemahannya dalam memimpin partai besar ini.
“Ya, memimpin partai apalagi partai besar sekelas Golkar mesti bergaya demokratis,” saran Ras.
Kedua, ketegangan antara Nurdin Halid (NH) vs Taufan Pawe (TP)
Keduanya baik NH sebagai tokoh senior Golkar, dan juga TP mesti membuka diri, duduk bersama dan menyatukan semangat kebersamaan menuju Pemilu 2024 mendatang.
Ketiga, DPP Golkar mesti turun tangan melihat secara objektif kisruh yang terjadi di Sulsel. DPP tak boleh berpihak ke siapapun.
“Politik identitas Sulsel sangat kuat. Ketokohan ketua partai politik menjadi magnet utama kemenangan partai politik. Tak terkecuali Partai Golkar,” tegasnya. (*)












