Cari 2 Korban Longsor, Tim SAR Gabungan Fokus Sisir Sungai Jeneberang

SUDAH DILEWATI--- Sejumlah kendaraan tampak antre melintas di Poros Malino kilometer 61, desa Lonjoboko, kecamatan Parangloe, Gowa yang terlihat berlumpur, akibat diterjang longsor, Jumat (18/11/2022). (Foto : Rusli Haisarni)

STARNEWSID.COM,PARANGLOE—Dua korban tanah longsor di Poros Malino, tepatnya di kilometer 63, kampung Borong Sapiri, desa Lonjoboko, kecamatan Parangloe, Gowa, Muh Rohan (9 tahun) dan Nursyamsi masih belum ditemukan.

Hingga hari ketiga pasca longsor, Tim SAR masih melakukan pencarian. Proses pencarian kini difokuskan ke Sungai Jeneberang.

Anggota Tim SAR Gabungan dari Mountain Rescue Bawakaraeng, Umar Jamal menuturkan, sejak pagi tadi, pihaknya bersama tim menyisir Sungai Jeneberang.

Bacaan Lainnya

Prediksi Tim SAR, kata dia, korban terhempas masuk ke aliran sungai yang tepat berada di bawah jurang.

“Setelah dua hari kita lakukan pencarian di lokasi awal, kedua korban tidak ditemukan. Hanya sandal dan serpihan motor yang digunakan korban ditemukan di lokasi. Makanya, hari ini kita lanjutkan pencarian di Sungai Jeneberang. Karena prediksi Tim SAR, mereka terhempas jatuh ke Sungai,” beber Umar, Jumat (18/11/2022).

Sejauh ini, proses pencairan terhadap kedua korban di Sungai Jeneberang sudah sampai radius 6 kilometer dari lokasi longsor.

Hanya saja, kedua korban belum juga ditemukan. Oleh karena itu, Tim SAR Gabungan meliputi Basarnas, TNI-Polri dan sejumlah relawan termasuk keluarga korban masih berupaya ekstra di lapangan.

“Jika cuaca mendukung, proses pencarian kita lanjutkan siang ini,” katanya.

Poros Malino sendiri yang sebelumnya lumpuh akibat tertutup material longsor sudah mulai bisa dilintasi kendaraan.

Korwil Pemeliharaan Rutin Ruas Sungguminasa-Malino, Iskandar mengatakan, mulai Kamis (17/11/2022) petang, akses Poros Malino sudah terbuka.

“Alhamdulillah Poros Malino sudah bisa dilewati kendaraan roda empat maupun roda dua. Meskipun belum sepenuhnya normal,” ujar Iskandar.

Untuk itu, Iskandar mengimbau kepada pengendara agar tetap hati-hati dan waspada, terhadap longsor susulan.

“Hasil pengamatan kita ada sekitar 15 titik longsor mulai kilometer 58-64. 6 titik longsor berat. Sisanya longsoran kecil,” tandas Iskandar.(rus)

Pos terkait