STARNEWSID.COM, BULUKUMBA — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Komisi VII DPR RI bersinergi untuk melistriki 7.500 rumah tangga tidak mampu di Provinsi Sulawesi Selatan melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) tahun anggaran 2023. Ditargetkan, 125.000 rumah tangga di Indonesia akan mendapatkan sambungan listrik gratis dari pemerintah pada tahun ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Wanhar dalam Peresmian dan Penyalaan Pertama Program BPBL di Desa Bonto Bangun, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa 7 November 2023.

Program ini, lanjutnya merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dan membantu masyarakat memperoleh akses listrik.
“Hingga September tahun 2023, Rasio Elektrifikasi (RE) nasional telah mencapai 99,74%. Masih terdapat 0,26% rumah tangga belum berlistrik yang sebagian besar tersebar di wilayah terpencil (remote area) khususnya daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal atau 3T,” terang Wanhar.


Andi Yuliani Paris menyampaikan bahwa kegiatan BPBL ini adalah salah satu program yang sangat didorong oleh Komisi VII. “Sampai sekarang masih banyak warga yang menyalur listrik dari tetangga, kita akan terus berjuang agar elektrifikasi bisa menjadi 100% agar tidak ada lagi masyarakat yang menyantol,” ungkap Andi.
Senior Manager Niaga dan Management Pelanggan PT PLN (Persero), Darmadi menyampaikan bahwa PLN mendukung penuh upaya pemerintah dalam menyalurkan program BPBL.

Sementara itu Andi Edy Manaf menyampaikan terima kasih atas program bantuan pasang baru listrik bagi keluarga tidak mampu ini. Menurutnya bantuan menjadi berkah tersendiri bagi keluarga kurang mampu karena tidak lagi harus ma’cantol (menyambung) dari tetangga.
“Program Pasang Baru Listrik ini sangat patut kita syukuri dan apresiasi bersama karena program ini telah membangkitkan harapan hidup warga untuk lebih maju dan berkembang. Dan paling tidak, seluruh rumah tangga di desa dan kelurahan sudah bisa mencapai 100 persen,” ungkapnya.


“Alhamdulillah senang banget, mau masang listrik sendiri dari dulu, hanya belum ada uangnya, syukur dapat bantuan dari pemerintah,” ungkap Ardi.
Sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan listrik, ayah dua orang anak ini menyalur listrik dari rumah orang tuanya. Adanya program bantuan pasang listrik gratis membuat pria yang sehari-hari bekerja di alat penyewaan tenda dan kursi ini, mengaku senang akhirnya bisa punya meteran listrik sendiri.(*)











