STARNEWSID.COM, JAKARTA — Ada fakta terbaru mengenai kiamat ATM yang makin nyata. Hal tersebut dipaparkan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Kiamat ATM, kara Perry, tecermin dari meningkatnya transaksi perbankan secara digital. “Seluruh layanan perbankan secara digital tahun ini diperkirakan naik menjadi Rp 51.000 triliun,” ujarnya dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2022 yang berlangsung di Bali, beberapa waktu lalu.

Karena itu, ekonomi digital adalah penyelamat bagi Indonesia sehingga bisa keluar dari krisis ekonomi dari pandemi Covid-19.
“Dengan sinergi dan kolaborasi erat, Indonesia selamat dari Covid-19 dan sangat didukung cepatnya ekonomi keuangan digital Indonesia,” jelas Perry.

Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit hanya mengalami peningkatan 5,43% (yoy) menjadi Rp 630,9 triliun.
Bank Indonesia sebagai otoritas moneter juga terus mendukung sistem pembayaran digitalisasi, tahun lalu BI telah meluncurkan digitalisasi pembayaran jalan tol dan untuk transaksi ritel.
Sebelum pandemi Covid-19 menghantui, kata Perry pada Mei 2019, BI juga telah meluncurkan blue print digitalisasi sistem pembayaran Indonesia.
“Dalam lima tahun kita digitalkan sistem pembayaran, karena tidak ada transaksi ekonomi dan keuangan yang tidak melalui sistem pembayaran,” jelas Perry. (*)











