Banjir Debris Landa Sungai Jeneberang, Elevasi Bendungan Bili-bili Tetap Normal

AMBRUK--- Kondisi jalan di ujung jembatan Konsolidation DAM (KD) 1 desa Lonjoboko, kecamatan Parangloe, Gowa yang ambruk, Sabtu (24/12/2022).(Foto : Ist)

STARNEWSID.COM,GOWA—Curah hujan tinggi yang mengguyur dalam dua hari terakhir menimbulkan banjir debris di Sungai Jeneberang.

Ketinggian air sungai Jeneberang mengalami peningkatan. Pantauan, Sabtu (24/12/2022), air sungai bercampur material lumpur yang mengalir dengan volume besar dari hulu melimpah di atas jembatan Konsolidation DAM (KD1) desa Lonjoboko, kecamatan Parangloe, Gowa. Warna airnya keruh kecoklat-coklatan.

Selain banjir debris, jalan di bagian ujung KD1 juga ambruk. KD1 yang selama ini menjadi akses penghubung antara kecamatan Parangloe, Manuju dan Parigi pun terputus.

Bacaan Lainnya

Kepala Dusun (Kadus) Tamalatea, kecamatan Manuju, Zainuddin mengungkapkan, saat ini, kondisi KD1 tak bisa lagi dilewati oleh kendaraan.

“Jalan menuju KD1 ambruk sekitar pukul 15.30 WITA sore,” ucap Zainuddin.

Kendati banjir debris dan elevasi air sungai Jeneberang meningkat, namun hal itu tak berpengaruh terhadap kondisi Bendungan Bili-bili.

Hingga Pukul 08.00 WITA petang, elevasi air di waduk terbesar di Sulsel itu masih normal.

Berdasarkan data update dari Posko Induk BBWS Pompengan Jeneberang, elevasi saat ini berada di posisi 100.26 mdpl (vol = 271.418 juta m3).

Sementara elevasi normal : 99,50 mdpl (vol = 259,375 juta m3). Elevasi waspada : 101,70 mdpl (vol = 295,049 juta m3). Selanjutnya elevasi siaga : 102,60 mdpl (vol = 310,345 juta m3), serta elevasi awas : 103,30 mdpl (vol = 322,516 juta m3).

Elevasi puncak bendungan : 106,00 mdpl, sehingga status Bendungan Bili-Bili saat ini normal.(rus)

Pos terkait