*Jadi Wali Kota Saja Susah, Apalagi jadi Gubernur
STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Pemilu 2024, masih dua tahun lagi. Namun para calon legislator, dan Calon Bupati, Wali Kota, serta Gubernur, balihonya sudah menyebar di daerah-daerah.
Jalan-jalan utama penghubung kabupaten/kota se-Sulsel mulai dijejali baliho.
Bukan hanya wajah politisi lokal yang terpajang di pinggir jalan di suatu daerah.
Tak hanya legislator dari daerah pemilihan (dapil) itu yang tampak.
Wajah Rusdi Masse dan Danny Pomanto menyebar hingga pelosok Gowa dan Jeneponto, bahkan sampai di Sinjai.
Baliho “MasaDPan Sulsel” bergambar Wali Kota Makassar ini bukan lagi hanya terpasang di Kota Anging Mammiri, tetapi sudah menyebar di daerah-daerah di Sulsel.
Lewat MCM (Masyarakat Cinta Masjid), wajah Danny menyebar di seluruh pelosok desa. Danny Ketua MCM Sulsel.
Wajah Rusdi Masse (RMS) pun semakin massif di pelosok desa.
Dengan mudah gambar dan foto RMS terlihat di pinggir jalan raya di Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Sidrap, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Camba, Lappariaja, Palattae, Kahu, Sinjai Tengah, Sinjai Barat, Malino, hingga pelosok Luwu Raya.
Nomor Satu
Pengurus Partai Nasdem pun ikut memviralkan gambar-gambar RSM ke seluruh pelosok kabupaten se-Sulsel.
RMS adalah pengendali partai level provinsi nomor dua di Sulse.
Nasdem mengantongi 12 kursi, hanya selisih satu dari Golkar.
RMS punya pengalaman sebagai Bupati Sidrap dua periode.
Ditanya soal bursa Pilgub Sulsel? Tangan kanan RMS sekaligus Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif pun membeberkan fokusnya menang Pemilu 2024.
Syahar menyampaikan Nasdem belum memikirkan kontestasi Pemilihan Gubernur Sulsel 2024.
Namun, agenda politik 2024 bakal bersamaan Pemilu 14 Februari, menyusul Pilkada serentak 27 November.
Syaharuddin menyampaikan partai besutan Surya Paloh target menang pemilu legislatif Sulsel 2024.
Saat ini, lanjut Syaharuddin, Partai Nasdem terus membangun struktur dan infrastruktur politik menatap Pemilu dan Pilkada serentak 2024.
“Kami Nasdem nomor dua di Sulsel, dari periode lalu urutan empat naik ke urutan dua. 2024. Kami bercita-cita jadi nomor 1 di Sulsel,” kata Syahar.
Syahar pun menyampaikan tidak ada partai tidak bercita-cita jadi nomor satu.
Menurutnya, partai politik ada untuk merebut kekuasaan secara konstitusional melalui Pemilu dan Pilkada.
Nasdem pun punya bercita-cita jadi nomor satu di Sulsel.
“Kami siap-siap mau jadi pemenang, kita tunggu di 2024. Bagaimana caranya kami punya strategi? Bagaimana buat Nasdem menang, baik infrastruktur, maksimalkan kader jadi kepala daerah, kami punya Makassar, Pangkep, Barru, Palopo dan beberapa daerah lain,” kata Syahar.
MCMI untuk Danny Pomantho
Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto mengakui justru baru lihat spanduknya saat ke Jeneponto tiga hari lalu.
“Saya kan baru lihat juga waktu pergi ke pernikahan di Jeneponto, kemarin. Saya kan orang MCMI (Masyarakat Cinta Masjid Indonesia) juga,” kata Danny Pomanto, sapaan akrabnya, saat ditemui di rumah kediamannya, Rabu malam (18/5).
Selain di Jeneponto, spanduknya juga sudah sampai ke Kabupaten Bone dan Wajo.
“Saya malah tidak tahu, jelek fotoku di situ, sama juga itu Militan Adama, jelek fotoku kodong tapi tidak apa. Kita hargai masyarakat,” tuturnya.
Artinya, kata Danny, pemasangan spanduk tersebut murni inisiasi masyarakat bukan atas permintaanya.
Danny akan mempertimbangkan untuk maju bertarung di Pemilihan Gubernur setelah melihat dukungan dan semangat masyarakat,
Apalagi NasDem sudah pernah menyampaikan sesuatu menyangkut kontestasi politik mendatang.
“Tentunya saya akan berkonsultasi, saya kan punya partai walaupun beberapa hal sudah disampaikan ke saya. Tapi saya kan masih berhitung semua tidak gampang, sedangkan jadi wali kota susah apalagi gubernur,” terangnya.
Wali Kota Makassar dua periode ini juga belum memikirkan pasangan di Pilgub Sulsel 2024.
“Maju saja belum tentu, apalagi pasangan,” katanya.(*)













