Akui Gowa Pertama di Indonesia Gagas Program Mahasantri, Wamenag RI : Saya Jujur Terharu dan Bangga

PROGRAM MAHASANTRI--- Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan bersama Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Zainut Tauhid Za'adi yang berkunjung ke Lembaga Pendidikan (LP) Mahasantri di Limbung, kecamatan Bajeng, Sabtu (4/3/2023).(Naskah : Rusli Haisarni/Foto : Humas Pemda Gowa)

STARNEWSID.COM,GOWA— Program Mahasantri membuat bangga Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Zainut Tauhid Sa’adi.

Zainut mengakui, kabupaten Gowa adalah yang pertama di Indonesia menggagas program Mahasantri.

Perasaan bangga itu diungkapkan Wamenag Zainut saat berkunjung ke Lembaga Pendidikan Mahasantri Pemkab Gowa di Kecamatan Bajeng, Sabtu (4/3).

Bacaan Lainnya

Kata dia, program yang digagas Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dan wakilnya H Abd Rauf Malaganni akan mendorong peningkatan sumber daya manusia yang cerdas secara pengetahuan dan spiritual.

“Jujur saya terharu dan bangga dengan program yang diinisiasi oleh Bapak Bupati Gowa ini, karena baru satu pemerintah daerah yang secara resmi menganggarkan di APBD-nya untuk Program Mahasantri. Apalagi program ini yang pertama di Indonesia,” ungkap Wamenag.

Menurut Zainut, Mahasantri ini merupakan program yang sangat istimewa, karena berkaitan dengan tugas-tugas yang sangat mulia, yaitu memperdalam nilai-nilai agama generasi muda Indonesia. Bahkan kedatangannya khusus ke Kabupaten Gowa yaitu untuk melihat langsung implementasi dari Program Mahasantri ini.

“Saya diberi informasi sama Prof Hamdan agar melihat langsung program kerja sama antara UIN Alauddin dengan Pemerintah Kabupaten Gowa terkait dengan Program Mahasantri ini. Tanpa pikir panjang, saya langsung katakan siap untuk berkunjung,” ujarnya.

Zainut pun berharap pemerintah daerah dari berbagai wilayah dapat termotivasi untuk mengagas program sama seperti yang dilaksanakan oleh Pemda Gowa.

“Semoga daerah lainnya bisa meniru inovasi keagamaan yang dilakukan Pemda Gowa,” tukasnya.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan kepada Wamenag mengatakan, setelah diresmikannya Program Mahasantri ini, dirinya bersama Wakil Bupati Gowa dan pihak penanggung jawab telah melakukan sejumlah langkah antisipasi menjelang berakhirnya masa kepemimpinannya.

Upaya ini dilakukan agar program Mahasantri terus dijalankan meskipun diluar masa kepemimpinannya. Salah satunya yaitu, angkatan pertama pada program ini harus lulus bersamaan, sehingga angkatan kedua bisa dibuka kembali.

“Kami pun telah menyiapkan apabila bupati yang baru tidak ingin melanjutkan program ini, maka kita menyiapkan beberapa antisipasi. Salah satunya yakni para santri dan santriwati harus lulus bersamaan, agar gelombang kedua nanti bisa langsung masuk,” kata Adnan.

Upaya antisipasi lain, lanjut Adnan yakni membuat Peraturan Daerah (Perda) yang akan mengikat kepala daerah, atau siapapun nanti yang menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gowa agar wajib melanjutkan program Mahasantri.

“Jadi kami akan buatkan Perdanya yang sifatnya mengikat. Jadi siapapun kepala daerahnya nanti wajib menjalankan program Mahasantri ini,” katanya.

Ditempat yang sama, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis berharap, kedatangan langsung Wamenag RI ke Lembaga Mahasantri bisa memberikan motivasi kepada santri dan santriwati untuk bisa menyelesaikan hafalannya dan bisa juga menyelesaikan ujiannya secara bersamaan.

“Harapan kami, hadirnya Wakil Menteri Agama ditengah-tengah kita, bisa memberikan motivasi bagi para Mahasantri untuk menyelesaikan hafalannya dengan cepat dan bisa selesai, lulus secara bersamaan,” harapnya.

Hamdan juga berharap, Perda yang dibuat oleh pemerintah daerah nantinya bisa menjamin program Mahasantri terus berjalan di Kabupaten Gowa sebagai tujuan peningkatan SDM yang jauh lebih baik kedepannya. (rus)

Pos terkait