Oleh
Dr. Muhammad Syahrir Gassa, MSi
Dosen Jurusan Kimia FMIPA UNM
Limbah merupakan suatu hal yang selalu menjadi perhatian bagi khalayak ramai, dimana limbah ketika sudah masuk ke suatu lingkungan akan mempengaruhi lingkungan tersebut, misalnya lingkungan perairan, lingkungan tanah maupun lingkungan udara. Sistem pengolahan limbah ada banyak cara yang sudah ditemukan oleh para ahli. Salah satu yang paling efektif dalam pengolahan limbah adalah 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle., Namun ada pula prinsip pengolahan Limbah lain dimana 3R ditambahkan menjadi reduce, reuse, Recycle, recovery dan juga disposal (Bahrani,Amanda,2019).
Reduce adalah mengurangi produksi dari limbah yang ada misalnya menggunakan tempat air minum sendiri ketika ke tempat kerja tanpa menggunakan air kemasan dari plastik. Reuse adalah menggunakan kembali suatu produk dan mengurangi produk sekali pakai. Recycle adalah mendaur ulang limbah dengan cara meleburkan, mencacah, melelehkan untuk dibentuk kembali menjadi produk baru. Recovery adalah pemulihan berupa kegiatan positif terhadap lingkungan berupa pemungutan sampah di pantai dan penghijauan. Disposal adalah pembuangan Limbah produk sisa dari proses recovery.
Salah satu jenis limbah yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah Limbah B3 merupakan suatu limbah bahan buangan berbahaya ketika masuk ke lingkungan dapat berakibat fatal bahkan tidak mudah dikembalikan ke kondisi lingkungan normalnya. Limbah B3 terdiri atas limbah B3 yang boleh dipergunakan dan limbah B3 yang tidak boleh dipergunakan. Limbah B3 yang boleh dipergunakan adalah bahan-bahan kimia misalnya amonia, asam asetat, asam sulfat, asam klorida, natrium hidroksida dst, sedangkan limbah B3 yang tidak boleh dipergunakan misalnya Aldrin, DDT, PCBs, Heptachlor dst. Sedangkan menurut sifatnya B3 yang mudah meledak, pengoksidasi, sangat mudah sekali menyala, beracun, berbahaya, korosif, bersifat iritasi, berbahaya bagi lingkungan dan karsinogenik. Limbah B3 berdasarkan bentuknya dapat berbentuk cair maupun berbentuk padat ataupun gas. Dari bentuk tersebut akan masuk ke lingkungan dan mempengaruhi kondisi lingkungan disekitarnya. Cara yang biasa ditempuh dalam meminimalkan masuknya limbah B3 di lingkungan adalah mengurangi jumlah limbah B3 yang akan masuk ke lingkungan, selain hal tersebut ketika sudah terlanjur masuk ke lingkungan maka beberapa cara bisa dilakukan misalnya melakukan pengenceran terhadap bahan limbah atau pengenceran tersebut dapat berlangsung secara alamiah secara terus-menerus, masalnya air hujan atau sumber dari mata air dapat mengalir ke dalam badan air dari suatu lingkungan yang diduga tercemar dengan limbah. Selain itu dapat dilakukan menggunakan proses kimia dengan menambahkan zat kimia sebagai pereaksi tertentu yang dapat mengubah limbah menjadi suatu senyawa lain berupa gumpalan dan pada akhirnya menjadi suatu endapan dan mengendap di dasar permukaan air. Proses fisika dan kimia dilakukan dengan cara mengalirkan arus listrik ke suatu permukaan air yang mengandung limbah dengan menggunakan dua buah elekroda tertentu yang bermuatan positif dan negatif sehingga terjadi migrasi/perpindahan ion-ion logam dari suatu limbah cair B3 ke arah dua buah elektroda yang bermuatan positif dan negatif dengan menggunakan cara yang biasa disebut cara busur brediq.
Limbah yang terbuat dari plastik dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih berguna misalnya dijadikan perhiasan dinding atau bunga-bunga di ruang tamu, bisa pula sebagai hiasan dekorasi pengantin atau pesta serta tergantung kreatifitas seseorang atau di daur ulang menjadi bahan lain yang bernilai ekonomis oleh pihak industri pengolah limbah. Begitu banyak cara atau teknik dalam melakukan pengolahan limbah baik secara alamiah maupun secara fisik, biologi serta menggunakan proses proses kimia di dalamnya. Hendaknya pelaku usaha industri mikro maupun makro dapat selalu melihat seperti apa limbah yang akan dihasilkan dan bagaimana meminimalkan keberadaan limbahnya ketika akan dibuang ke lingkungan. Para pihak AMDAL yang ditugaskan agar selalu memonitoring terhadap minimalisasi limbah yang dilakukan oleh pelaku usaha industri baik mikro maupun makro dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat umum tentang pentingnya pengolahan limbah yang baik.
Semoga tulisan kami bermanfaat dan sukses.
Selamat menjalankan amaliah ramadhan 1444 H.
Pustaka
Bahraini, A. 2019.Waste4Change Mendukung Konsep Hijau 3R (Reduce-Reuse-Recycle). Retrieved April 22, 2020, from https:/waste4change.com/waste4change-supports-3r-reduce-reuse-recycle-green-concept/2/
Direktorat Sekolah Menengah Pertama Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini. Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Riset dan Teknologi. 2022.htpp://ditsmp.kemdikbud.go.id/prinsip-pengolahan-limbah-yang-baik-bagi-lingkungan/ (***)











