STARNEWSID.COM, BULUKUMBA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulukumba memperingati Hari Guru Nasional yang dipusatkan di halaman SMP Negeri 1 Bulukumba, Jumat, 25 November 2022.
Momen ini, dirangkaikan peluncuran program ‘Back to Nature’ melalui Satu Siswa Satu Pohon Produktif.
“Kenapa kita meluncurkan gerakan menanam satu siswa satu pohon, karena ketahanan pangan kita adalah hal utama yang harus dimaksimalkan untuk memperkuat ekonomi,” kata Kadisdikbud Bulukumba, Andi Buyung Saputra.


Ia mengatakan, peringatan Hari Guru merupakan momen berbahagia bagi para guru. Sebab, katanya lagi, guru adalah pencetak tonggak sejarah dalam perjalanan bangsa ini.
“Guru mulia karena karya. Kami harapkan guru-guru di Bulukumba dapat berkarya dalam mencetak generasi-generasi emas,” jelasnya.

Andi Utta sapaan akrab Bupati Bulukumba menginginkan agar lahan yang kosong, seyogyanya dimanfaatkan dengan menanam pohon produktif yang bernilai ekonomi.
Menurutnya, gerakan “Back to Nature” di Bulukumba itu, akan menjadi pilot project bagi daerah-daerah lain yang belum memulai. Program back to nature pun, akan diberlakukan di luar lingkungan sekolah.

Bupati berlatar pengusaha ini menuturkan, gerakan back to nature dengan tanaman produktif merupakan inovasinya. Sehingga empat atau lima tahun ke depan, tanaman itu akan dirasakan hasilnya.
Andi Utta juga mengaku akan terus memaksimalkan pembagian bibit unggul gratis bagi masyarakat melalui dana CSR perusahaan, pada tahun 2023 mendatang.
“Jika tahun 2023 sudah banyak bibit unggul, mungkin 2024 tak perlu lagi keluarkan dana beli bibit unggul. Kita tinggal belajar mencangkok,” terangnya.

Peringatan HGN ini juga, siswa SMPN 1 Bulukumba ikut menampilkan karyanya melalui pengolahan makanan. Panen karya ini, merupakan produk mata pelajaran.
“Di sini juga ada panen karya dalam bentuk berbagi. Kalau semester ini, pengolahan makanan. Untuk keterampilan, nanti di semester genap,” kata Kepala Sekolah SMPN 1 Bulukumba, Ansar Langge.
Ansar menjelaskan, tujuan panen karya yang ditampilkan oleh para siswa, yaitu untuk memperlihatkan ke pihak-pihak sekolah tentang apa-apa saja yang diperbuat.
“Di akhir, biasanya ada pameran hasil dari seluruh produk panen karya,” jelasnya.(*)











