Harga Kedelai Mahal, Pengusaha Tahu Tempe Mulai PHK Pekerja

STARNEWSID.COM, PINRANG — Pengusaha tahu tempe di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mulai mengurangi karyawan. “Sebelumnya lebih 20 karyawan yang bekerja di sini diistirahatkan,” kata Dian Eka Safitri, Pengusaha tahu tempe di Pinrang, Selasa 4/10/2022

Pengurangan tenaga kerja ini, kata Dian karena melonjaknya bahan baku kedelai dan BBM. Kini hanya tersisa 15 karyawan yang dipekerjakan.

Harga kedelai saat ini yang menjadi bahan baku tempe tahu, berkisar Rp 14 ribu perkilogram ” kenaikan harga kedelai membuat biaya operasional juga membengkak “.

Bacaan Lainnya

Sehingga lanjut dia, pengusaha tahu tempe harus mengurangi karyawan dan volume produksi agar bisa tetap berjalan meski dengan tersendak sendak. ” Sebelum BBM naik, Produksi Tahu Tempe disini mencapai 1 ton perhari, kini hanya tinggal 6-7 ratus kilogram perhari.”terangnya

Menurut dia, untuk tidak menaikkan harga tahu dan tempe diatas Rp 5 ribu, ukurannya lebih diperkecil, dan tipis dari biasanya, “Harga tetap Rp 5 ribu untuk empat bungkus tempe dan Rp 5 ribu untuk 4 potong tahu. Kalau harga juga dinaikkan. kasihan konsumen.

Sementara pedagang Tahu-Tempe, Ahmad Ridwan, di Pasar Sentral Pinrang mengaku, sering diprotes konsumen lantaran ukuran tahu tempe lebih kecil dari sebelum penyesuaian harga BBM.

Karena kata dia, konsumen tidak terlalu memahami kondisi harga kedelai di pasaran saat ini. Pedagang dan pengusaha Tahu Tempe saja menjerit karena harga kedelai mencekik.

Volume penjualan Tahu Tempe di pasaran juga menurun drastis “Dulu , 2 karung tempe bisa terjual perhari, sekarang setengah karung saja susah,” ujarnya.

Karena lanjut dia, konsumen kaget dengan perubahan ukuran tahu tempe yang dijual. Padahal pengusaha mengecilkan ukuran tahu tempe agar bisa tetap memproduksi karena biaya operasional sangat mahal. (man)

Pos terkait