Warga Makassar Perlu Waspada, Hujan Deras hingga Akhir Tahun

*6 Kecamatan Terdampak Banjir di Makassar, 577 Warga Mengungsi

STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Makassar sejak beberapa hari lalu, mengakibatkan beberapa kecamatan di Kota Makassar terendam air.

BMKG menyampaikan kepada masyarakat agar tetap waspada dari tanggal 18 hingga 22 Desember 2024 di perkirakan hujan lebat dan sangat lebat akumulasi hujan sampai 24 jam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mencatat ada 6 kecamatan terdampak banjir di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hingga siang ini, dilaporkan sudah 577 warga mengungsi.

Bacaan Lainnya
Petugas mengevakuasi warga terdampak banjir di Jalan Swadaya Mas, Makassar. (dok. bpbd makassar)

“Berdasarkan laporan tim kaji cepat BPBD Kota Makassar, Senin, 16 Desember 2024, update 13.00 Wita, data terdampak ada 6 kecamatan, 6 kelurahan, 13 titik tergenang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Makassar Akhmad Hendra Hakamuddin dalam keterangannya, Senin (16/12/2024).

Adapun 6 kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Manggala, Panakkukang, Biringkanaya, Tamalanrea, Makassar, dan Wajo. Saat ini, sudah ada 7 titik pengungsian yang ditempati oleh warga.

“Data pengungsi 4 kecamatan (Manggala, Panakkukang, Wajo, Makassar) di 6 kelurahan, 156 kepala keluarga, 577 jiwa, 7 titik pengungsi,” urai Hendra.

Dalam laporannya, BPBD Makassar mencatat total 173 mengungsi di Kecamatan Manggala. Rinciannya, 65 orang dievakuasi ke Masjid Jabal Nur, 37 orang di Masjid At Thoyyibah, dan 37 lainnya di Masjid Makkah Al Mukarramah.

Selain itu sebanyak 50 warga Kecamatan Wajo dilaporkan mengungsi di Masjid Nurul Islam. Di Kecamatan Makassar, ada 255 orang dievakuasi di Universitas Terbuka Jalan Monginsidi Baru.

Sementara di Kecamatan Panakkukang tercatat 127 warga mengungsi di dua titik. Rinciannya, 55 jiwa dievakuasi di masjid Nurul Hikmah dan 72 lainnya mengungsi di Gereja Toraja Masale.

“Sekarang BPBD tengah melakukan penyaluran bantuan logistik kepada korban banjir, pemantauan titik rawan banjir. Personel Carester melakukan pendataan update jumlah masyarakat yang mengungsi dan kondisi wilayah,” terangnya.

BPBD juga mempersiapkan evakuasi jika ada masyarakat yang membutuhkan. Pihaknya menyediakan perahu karet untuk menyisir lokasi banjir.

“Evakuasi warga dengan menggunakan perahu karet dan perahu polyethlene. Pendampingan warga di lokasi pengungsian,” ujarnya. (*)

Pos terkait