STATNEWSID.COM, MAKASSAR — Warga Jalan Camba Jawaya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar hanya bisa pasrah di musim hujan kali ini. Beberapa diantara mereka bahkan sudah memprediksi akan banjir saat curah hujan tinggi sama saat musim hujan tahun sebelumnya. Pasalnya kanal di sekitar daerah itu masih mapet karena sedinen dan sampah.
Belum ada pengerukan sedimen kanal. Padahal BMKG Makassar sudah memprediksi sejak 11 Januari hingga Februari nanti curah hujan di semua kecamatan di Makassar akan tinggi karena telah memasuki puncak musim hujan.
Salah seorang warga Manggala, Muh. Tasbi mengatakan, salah satu penyebab banjir di daerahnya karena kanal yang tersumbat. Sedimen kanalnya juga tinggi karena tidak pernah dikeruk, sehingga saat curah hujan tinggi, kanal tidak mampu menampung air hujan hingga meluap ke pemukiman warga.
“Setiap tahun pasti banjir tidak pernah absen, jadi kita ini yang tinggal disini kalau masuk musim hujan siaga lagi. Hal tu karena takut banjir,” ungkap Muh. Tasbi, Sabtu (13/1/2024).
“Bila hujan deras pasti air disaluran meluap dari kanal dan akhirnya air masuk ke rumah ditambah selokan di sekitar rumah juga tersumbat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rika yang merupakan warga Jl. Camba Jawaya, Manggala. Tak jarang ia terpaksa harus mengungsi ke rumah warga yang lebih tinggi saat banjir yang sudah menjadi langganan tiap tahun di pemukimannya.
“Sering sekali saya itu pergi mengungsi di rumahnya orang yang ada lotengnya karena kalau di rumah terendam banjir,” kata Rika..
Warga lainnya, Rahmat mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah yang seharusnya mencari solusi atasi banjir di daerahnya.
Mereka berharap agar pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi serta bisa segera memberikan solusi terbaik untuk mengantisipasi terulangnya banjir di puncak musim hujan khususnya di sekitar Jalan Camba Jawaya. (erw)












