Warga Duampanua Sajikan Aneka Kuliner Tradisional Untuk Peserta Upacara Kemerdekaan

STARNEWSID.COM, PINRANG — Peringatan Kemerdekaan RI ke-77 di Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, tergolong istimewa. Pasalnya usai melaksanakan Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan di Lapangan Kelurahan Lampa, peserta upacara langsung menyerbu SD Negeri 46.

Di Kompleks SD Negeri 46, warga sudah menunggu, dan menyiapkan aneka masakan, dan jajanan tradisional untuk peserta upacara, termasuk warga yang ikut menyaksikan jalannya peringatan Proklamasi tersebut.

Makanan dan kue tradisional disiapkan warga untuk peserta upacara.

Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Andi Nila Indah Sari A. Ikbal mengatakan, makanan dan jajanan tradisional yang tersaji saat ini bersumber dari swadaya masyakarat Kecamatan Duampanua, sebagai bentuk sumbangsih masyarakat Duampanua untuk memeriahkan Perayaan Hari Kemerdekaan RI.

Bacaan Lainnya

“Berbagai makanan dan jajanan tradisional disajikan merupakan sumbangsih warga. Kita hanya membantu menyajikan makanan tradisional itu,” tutur Andi Nila Indah Sari A. Ikbal.

Makanan dan kue tradisional yang disajikan lanjut dia, diantaranya seperti nasi yang dimasak dengan buah pisang muda, kapurung, nasu Palakko, Jepa. Sementara kue trasional yang dibawa warga ada doko-doko, sawalla, putu, onde-onde, dan beberapa jenis kue lainnya.

Uniknya, kata Andi Nilla Indah Sari, makanan dan jajanan tradisional disajikan juga secara tradisional, seperti menggunakan daun pisang. Piring yang terbuat dari anyaman rotan, bahkan ada yang menggunakan tempurung kelapa sebagai wadah tempat makanan dan kue tradisional tersebut.

Warga Kecamatan Duampanua, Nurhana Siwa mengatakan, warga berinisiatif menyuguhkan makanan dan kue tradisional untuk peserta upacara, sebagai bentuk syukur memperingati HUT RI ke 77.

Menu yang dipilih kata dia, adalah makanan dan kue tradisional karena selama ini kuliner tradisional sudah banyak dilupakan. “Untuk mengingatkan generasi muda, bahwa Indonesia, dan termasuk Kabupaten Pinrang kaya akan kuliner, sehingga generasi muda, tidak hanya memilih makanan modern,” ujarnya.

Padahal kata dia, masakan dan kue tradisional Indonesia lebih sehat dibanding makanan modern, karena tanpa menggunakan bahan pengawet. Kandungan gizinya juga lebih baik.

Dengan momen proklamasi ini, kuliner tradisional dapat dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda.(man)

Pos terkait