STARNEWSID.COM, SELAYAR — Perkembangan teknologi digital telah memberikan berbagai kemudahan bagi kehidupan masyarakat, termasuk dalam mendukung proses pembelajaran, komunikasi, kreativitas, dan akses informasi bagi anak. Namun, penggunaan internet tanpa pendampingan yang memadai juga dapat menimbulkan berbagai risiko terhadap kesehatan fisik, kesehatan mental, keamanan, dan privasi anak.
Sebagai bentuk pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, tim pengabdian dari Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Penguatan Peran Orang Tua dalam Pendampingan Penggunaan Internet Anak melalui Program Literasi Digital pada Komunitas Ibu-Ibu Dharma Wanita Kabupaten Kepulauan Selayar.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 21 Juli 2026, pukul 14.00 WITA, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mendampingi anak menggunakan internet secara sehat, aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar, dr. Frengki Wijaya, Ketua Dharma Wanita Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar, serta para anggota Dharma Wanita Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar. Kehadiran para peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap pentingnya literasi digital keluarga dalam melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar, dr. Frengki Wijaya. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas orang tua dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Orang tua memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan digital anak, menetapkan batasan penggunaan internet, serta memastikan agar teknologi digunakan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Orang tua juga diharapkan mampu menciptakan ruang komunikasi yang aman agar anak bersedia menceritakan pengalaman maupun permasalahan yang dihadapinya ketika berinteraksi di dunia digital. Dengan demikian, pendampingan dapat dilakukan melalui pendekatan edukatif dan dialogis, bukan semata-mata melalui larangan atau pembatasan.
Sesi kedua membahas materi “Pengaruh Internet terhadap Kesehatan Fisik dan Mental” yang disampaikan oleh Dr. Ria Rezeki Sudarmin, S.KM., M.Kes. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai berbagai dampak yang dapat muncul akibat penggunaan internet secara berlebihan, seperti berkurangnya aktivitas fisik, gangguan pola tidur, kelelahan mata, keluhan pada sistem muskuloskeletal, penurunan konsentrasi, kecemasan, perubahan suasana hati, serta menurunnya kualitas interaksi sosial anak.
Melalui materi tersebut, para peserta diingatkan bahwa pendampingan penggunaan internet perlu dilakukan dengan memperhatikan durasi penggunaan, waktu akses, tujuan penggunaan, dan jenis konten yang dikonsumsi anak. Orang tua juga perlu mendorong terciptanya keseimbangan antara aktivitas digital, aktivitas fisik, waktu belajar, waktu istirahat, interaksi sosial, serta kebersamaan bersama keluarga.
Kegiatan kemudian dilanjutkan kembali oleh Prof. Yahya Thamrin dengan materi berjudul “Pengaruh Internet terhadap Keamanan dan Privasi.” Pada sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan data pribadi, perundungan siber, penipuan digital, paparan konten yang tidak sesuai dengan usia, serta ancaman interaksi dengan orang yang tidak dikenal melalui media sosial maupun platform digital lainnya.
Orang tua didorong untuk mengajarkan anak agar tidak mudah membagikan identitas pribadi, kata sandi, lokasi, foto, nomor telepon, maupun informasi keluarga melalui internet. Selain itu, orang tua perlu memahami dan memanfaatkan fitur keamanan, kontrol orang tua, serta pengaturan privasi pada perangkat dan aplikasi yang digunakan oleh anak.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini terutama berkaitan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya pencegahan dampak negatif penggunaan internet terhadap kesehatan fisik dan mental anak.
Program ini juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui peningkatan literasi digital orang tua dan keluarga agar teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang aman, inklusif, dan bertanggung jawab. Selain itu, penguatan perlindungan anak dari perundungan siber, eksploitasi, penyalahgunaan data, dan berbagai bentuk kekerasan di ruang digital sejalan dengan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, terutama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan.
Kolaborasi antara Universitas Hasanuddin, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Dharma Wanita Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar juga mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan ramah anak.
Melalui kegiatan ini, para anggota Dharma Wanita diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai pendamping utama anak dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Literasi digital keluarga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, menjaga kesehatan, melindungi privasi, mengenali risiko, serta membangun perilaku digital yang etis dan bertanggung jawab.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi wujud kontribusi nyata Universitas Hasanuddin dalam mentransfer pengetahuan dan hasil pengembangan keilmuan kepada masyarakat. Melalui penguatan kapasitas orang tua, internet diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, kreativitas, komunikasi, dan pengembangan diri anak tanpa mengabaikan aspek kesehatan, keamanan, privasi, serta perlindungan hak-hak anak di ruang digital.(win/*)











