STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Sejak berdirinya tahun 2016 Global Airlines Aviation Education Center (GAAEC) sebagai lembaga pendidikan hingga kini masih tetap eksis menyiapkan SDM (sumber daya manusia) yang unggul dan siap pakai.
Hal ini dapat dilihat dengan dikukuhkannya 187 alumni Global Airlines Aviation Education Center di Hotel Swiss-Belinn, Senin, 19 Desember 2022.
Pengukuhan alumni dibuka oleh Direktur GAAEC, Dr Ir Muhammad Syarif, ST, MT, MM, IPM, ASEAN Eng yang ditandai dengan pemukulan gong.
Hadir dalam pengukuhan tersebut, Branch Manager Angkasa Pura Support, Kota Makassar, Sulsel, Anis Kasim, Human Capital Busines Partner Manager PT Angkasa Pura I, Guntur Syamsul, Andri Ekonia (Airport Security Scereening Supervisor Bandara Udara Internasional Sultan Hasanuddin,

Direktur Global Airlines Education Center, Muhammad Syarif yang juga dosen Fakultas Teknik Unismuh Makassar dalam sambutannya mengatakan,
mereka yang dikukuhkan adalah alumni lulusan tahun ini yakni para siswa Prodi Staff Bandara (Airlines) dan Aviation Security (AVSEC) akhir tahun ajaran 2021-2022.
Pengukuhan dilakukan sebelum pelaksanaan On the training (PKL).
“Para lulusan GAAEC tahun ini telah memiliki SDM unggul dan siap pakai,” ungkap Direktur GAAEC, Muhammad Syarif.

Muhamad Syarif mengatakan, lembaga pendidikan yang didirikannya bukan semata berorientasi pada nilai bisnis, tetapi lebih pada orientasi sosial akademis.
Sebagai contoh, asrama siswa dengan kapasitas 50 kamar yang disiapkan itu gratis ditempati oleh mahasiswa. Mereka hanya dikenakan biaya listrik, air dan sampah.
Banyak yang menarik menempuh pendidikan di GAAEC, kata Muhammad Syarif, selain menyiapkan beasiswa unggulan siswa, global juga sejumlah fasilitas yang disiapkan gratis bagi siswa, diantaranya; biaya beauty class, pas bandara, Diklat Dangers Good, seragam sepatu, tas, atribut, baju dan topi, fitnes, sarana fitnes, dan sarana laboratorium. Semuanya gratis bagi siswa Global Airlines.
Tentang peminat siswa setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, namun yang bisa ditampung terbatas. Seperti pada angkatan pertama pendaftar mencapai 600-an, sementara yang bisa diterima hanya 75 orang dan tahun kemarin, pendaftar mencapai 200-an siswa, hanya bisa diterima 35 siswa.
“Penerimaan calon siswa dilakukan sangat selektif. Mereka yang diterima betul-betul yang memiliki keunggulan,” tutur Muhammadiyah Syarif.(*)











