Said Didu: Rakyat Dilarang Dapat Kebutuhan yang Lebih Murah

Said Didu mengingatkan bahwa salah satu tugas pemerintah adalah menyejahterakan rakyatnya.

STARNEWSID.COM, JAKARTA — Aparat TNI-Polri menjaga SPBU Vivo usai harga kenaikan BBM resmi diumumkan, mendapat sorotan dari masyarakat.

Menanggapi hal itu, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu memberikan sindiran keras kepada pemerintah.

Menurutnya, dengan penjagaan aparat tersebut, pemerintah terkesan masyarakat dilarang mendapatkan kebutuhan yang lebih murah.

Bacaan Lainnya
SPBU VIVO milik swasta menjual BBM lebih murah dari Pertalite yang hanya Rp 8.900 per liter. Karena dapat tekanan dari pihak Pertamina akhirnya BBM jenis Revvo 89 yang dijual Rp8.900, akhirnya jadi Rp 10.900 per liter. Ada apa?

‘Ini apa-apaan? Rakyat dilarang mendapatkan kebutuhan yg lebih murah,” sindir Said Didu dalam akun twitternya, Selasa, (6/9/2022).

Said Didu mengingatkan bahwa salah satu tugas pemerintah adalah menyejahterakan rakyatnya.

“Ingat salah satu tugas pemerintah adalah menyejahterakan rakyat,” tutur Said Didu.

Diketahui, sejak harga BBM mulai berlaku pada Sabtu, (3/9/2022) sore lalu, sebagian warga memilih beralih ke SPBU Vivo.

Pasalnya, harga BBM yang dijual ritel SPBU swasta tersebut lebih murah dibandingkan dengan Pertamina milik pemerintah.

Misalnya saja BBM jenis Revvo 89 sempat dijual Rp8.900 per liter, sementara Pertalite Rp 10.000 per liter.

Perlu diketahui, harga BBM Vivo khusus untuk Revvo 89 sempat dikatakan lebih murah dari Pertalite, hanya Rp8.900 per liter. Sementara Pertalite Rp 10.000 per liter

Dari pantauan di SPBU Vivo di wilayah Tangerang, Banten bahkan sampai kehabisan stok Revvo 89, pada Senin (05/09/2022) pukul 10.00 WIB.

Habisnya stok BBM Vivo dengan RON 89 itu diperkirakan terjadi lantaran masyarakat langsung beralih ke Revvo 89, setelah pemerintah menaikkan harga Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter, pada Sabtu (03/09/2022).

Kini BBM Revvo 89 dijual Rp 10.900 per liter karena ada tekanan dari pemerintah. (*)

Pos terkait