STARNEWSID.COM, MAKASSAR — BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel gelar Rakerda II tahun 2026 di Claro Makassar (24/01)
Rakerda dihadiri Asisten I Pemprov Sulsel Dr.dr.M.Ishaq Iskandar M.Kes,M.M., M.H yang mewakili Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Achmad Hendra, dan perwakilan Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan dan Makassar serta para Ketua Asosiasi industri Pariwisata se-Sulawesi Selatan.
Ketua BPD PHRI Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa ada 4 hal yang BPD PHRI ingin dorong kepada pemerintah dikondisi saat ini yaitu mendorong Diversifikasi Kegiatan di Sulawesi Selatan sehingga bisa mewujudkan rumusan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

“Kami para Hotel yang ada di Makassar resah dengan apartemen yang menjual harian, pasalnya hunian yang mereka jual tidak ada pajak Pph, sedangkan kami Hotel di sulawesi selatan khususnya Kota Makassar paling rajin membayar pajak, jadi jangan salahkan kami jika PAD yng berasal dari pajak Hotel menurun, karena sekarang masyarakat lebih memilih apartemen harian karena tidak kena pajak dan lebih murah,” ungkap Anggiat
Kemudian PHRI juga meminta agar pemerintah dapat menertibkan Online Travel Agent yang turut mempromosikan dan menjual Hunian-Hunian yang tidak sesuai ijinnya. Karena saat ini beberapa Online Travel Agent sudah menjual unit apartemen Harian dan Kost-Kostan.

BPD PHRi Sulsel berharap dari Rakerda ini bisa menjadi stimulus sesuai dengan Tema Rakerda II tahun 2026 yaitu Membangun Pariwisata Berkelanjutan Melalui Inovasi dan Kolaborasi dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi Nasional.(*)











