STARNEWSID.COM, MAKASSAR — Pelindo Regional 4 Makassar mendorong peningkatan kemandirian ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) penyandang disabilitas melalui pelatihan sablon. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut digelar di Hotel Remcy Panakkukang Makassar, Rabu (16/9/2026).

Pelindo Regional 4 Makassar memberikan dukungan melalui program TJSL sebagai bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kapasitas masyarakat. Dukungan tersebut tidak hanya diarahkan dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui kegiatan pemberdayaan yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin, mengatakan pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu bentuk kontribusi Pelindo sebagai perusahaan BUMN di luar peran utamanya dalam operasional kepelabuhanan.

Menurut Iwan, penyandang disabilitas memiliki potensi untuk mengembangkan usaha apabila memperoleh akses terhadap peningkatan keterampilan dan kesempatan yang sesuai. Karena itu, program pelatihan diarahkan untuk memberikan bekal yang dapat dimanfaatkan peserta dalam menjalankan dan mengembangkan kegiatan usaha.
“Pelatihan ini bukan hanya tentang keterampilan sablon, tetapi bagaimana keterampilan tersebut dapat menjadi modal bagi peserta untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan membangun kemandirian ekonomi,” tambahnya.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu menguasai keterampilan sablon dan mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Keterampilan itu juga dapat menjadi salah satu peluang untuk memperluas jenis usaha serta meningkatkan produktivitas UMKM yang dijalankan peserta.
Pelindo Regional 4 Makassar menyatakan akan terus mengembangkan program TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan UMKM. Program tersebut diarahkan untuk menciptakan manfaat ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pelindo ingin hadir melalui program yang memberikan dampak nyata. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk terus berkarya, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan secara mandiri,” tutup Iwan Sjarifuddin.(*)









