Pasca Penangkapan 15 Remaja Bawa Busur, Lurah Bontoparang Gencarkan Patroli

Lurah Bontoparang, H Syahbandar

STARNEWSID.COM,PARANGLOE—Fenomena busur di kalangan remaja tak hanya terjadi di daerah perkotaan saja. Di daerah pedesaan, remaja juga terkontaminasi dengan senjata tajam membahayakan itu.

Salah satu contoh kasus adalah penangkapan 15 remaja saat mau tawuran di Poros Malino, Paranglabbua, Kelurahan Bontoparang, kecamatan Parangloe, Gowa, Senin (8/8/2022) lalu.

Mereka kedapatan oleh petugas membawa senjata tajam berupa, busur, ketapel dan parang panjang.

Bacaan Lainnya

Kejadian ini pun cukup membuat masyarakat resah. Lurah Bontoparang, H Syahbandar menegaskan, pasca penangkapan 15 remaja tersebut, pihaknya akan lebih meningkatkan patroli keamanan. Terutama pada malam hari.

“Kita sudah koordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk patroli rutin. Mungkin besok malam itu, kita turun patroli. Mengawasi aktivitas remaja, khususnya pada tengah malam,” ujar Syahbandar kepada wartawan di kantornya, Kamis (11/8/2022).

Bekas Kades Pattallikang itu menyatakan sangat menyesalkan kejadian tersebut. Apalagi, sebagian besar pelakunya bukan warganya. Melainkan warga dari luar.

“Pelakunya lebih banyak dari luar. Warga dari Lanna,” ungkapnya.

Syahbandar mengakui, pihaknya kecolongan. Sebab, menurut dia, program patroli keamanan selama ini intens dilaksanakan.

“Patroli intens. Tapi yah mungkin kali ini kecolongan,” tukasnya.

Sementara itu Kapolsek Parangloe, Iptu Mudatsir yang ikut dikonfirmasi membeberkan, dari 15 orang yang ditangkap, satu di antaranya ditahan di sel Mapolsek. Satu orang lagi dibawa ke Polres. Sisanya 13 orang masih diperiksa untuk selanjutnya dilakukan pembinaan

“Mereka ini warga Tamaroka. Satu saya bawa ke Polres itu usia dibawah umur yang kedapatan bawa ketapel dan anak panah. Satu lagi usia dewasa ditahan di Polsek. Sisanya 13 orang masih diperiksa untuk pembinaan,” pungkasnya.(rus)

Pos terkait