STARNEWSID.COM,TINGGIMONCONG—Hipotermia (kedinginan akut,red) kembali merenggut nyawa pendaki Gunung Bawakaraeng. Kali ini, korbannya bernama Rahmansyah alias Mamang.
Warga Bukit Graha Praja Indah D4/13 Kelurahan Manggala, Makassar itu diduga mengalami hipotermia sehingga meregang nyawa saat istrahat di tengah pendakian menuju Puncak Bawakaraeng, Sabtu (29/10/2022) sekitar Pukul 03.00 WITA.
Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Gowa, AKP Hasan Fadhlyh mengungkapkan, sebelum meninggal dunia, Rahmansyah bersama dua orang rekannya melakukan pendakian via jalur Panaikang, kelurahan Bontolerung, kecamatan Tinggimoncong menuju Lembah Slank.
Mereka tiba di Lembah Slank sekitar pukul 01.00 wita. Rahmansyah dan kedua rekannya kemudian memutuskan istirahat dengan mendirikan tenda di pinggir Danau Slank.
“Sekitar Pukul 02.00 wita itu, korban bersama kedua rekannya masuk ke tenda untuk istrahat. Namun berselang satu jam kemudian atau sekitar Pukul 03.00 wita, korban terdengar ngorok. Rekan korban yang kaget terbangun. Kemudian melihat kondisi korban di mulutnya keluar liur,” beber Hasan, Minggu (30/10/2022).
Setelah itu, lanjut Hasan, rekan korban kemudian bergegas meminta tolong ke salah satu pendaki lainnya yang berada di sekitar lokasi, agar ke Pos Registrasi untuk melaporkan bahwa ada salah satu pendaki yang hipotermia. Hanya saja, kondisi korban saat itu sudah meninggal dunia.
“Sekitar Pukul 06.30 wita, Warga bersama Pemerintah setempat serta TNI Polri melakukan evakusai kepada korban lewat jalur Panaikang. Sekitar Pukul 11.00 wita, korban berhasil dievakuasi, selanjutnya dibawa ke puskesmas Tinggimoncong untuk divisum,” terang Hasan Fadhlyh.
Berdasarkan hasil visum, Hasan pun memastikan, Rahmansyah meninggal dunia akibat hipotermia. Sekitar Pukul 13.30 wita, jenazah korban di antar ke rumah duka bersama tim relawan dan PMI, serta personel Polsek Tinggimoncong.
“Hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban diduga kuat meninggal dunia lantaran hipotermia,” pungkas Hasan.(rus)












